JAKARTA, iNews.id — Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO) bersama Satuan Tugas Energi BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan Energi HUB menggelar forum dialog yang mempertemukan regulator, BUMN, dan pelaku usaha swasta guna membahas peluang penguatan rantai pasok energi nasional.
Diskusi bertajuk Energy Supply Chain Opportunity for Energy Security tersebut digelar di Jakarta beberapa waktu lalu. Forum ini menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan sektor energi dan logistik, antara lain perwakilan Kementerian Perhubungan, perusahaan pelayaran, operator pelabuhan, serta perusahaan energi nasional.
Ketua Umum ASPEBINDO Anggawira mengatakan forum tersebut digelar untuk membedah tantangan dalam rantai pasok energi sekaligus merumuskan masukan bagi pemangku kepentingan. Menurutnya, upaya mewujudkan kedaulatan energi nasional membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta. “Kita adakan diskusi untuk membedah tantangan-tantangan yang ada dan mudah-mudahan juga menjadi salah satu masukan yang bisa kita sampaikan kepada para pemangku kepentingan,” ujar Anggawira.
Dalam forum tersebut, Ketua Satgas Energi BPP HIPMI Jay Singgih menekankan pentingnya keterlibatan pengusaha muda dalam memperkuat industri energi nasional. Ia menjelaskan bahwa pembentukan Satgas Energi HIPMI merupakan bagian dari upaya organisasi untuk berkontribusi pada kemandirian energi. “Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengenai bagaimana Indonesia menjadi swasembada energi dan memiliki ketahanan energi yang kuat,” kata Jay.
Menurut Jay, upaya menuju swasembada energi harus dilihat secara menyeluruh dari sektor hulu hingga hilir. Ia menilai penguatan rantai pasok energi tidak dapat dilepaskan dari integrasi antara infrastruktur dan sistem transportasi, termasuk industri pelayaran nasional. Jay juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas industri galangan kapal dalam negeri, mengingat kebutuhan armada untuk distribusi energi terus meningkat. Pemerintah, kata dia, tengah menyiapkan berbagai insentif bagi industri pelayaran dan galangan kapal nasional.
Editor: Yudistiro Pranoto