345 Orang Pernah Gagal Haji, Menhaj Minta Jemaah Siapkan Kondisi Kesehatan Sejak Dini
JAKARTA, iNews.id - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf mengingatkan jemaah haji untuk mempersiapkan kondisi kesehatan sejak dini sebelum berangkat ke Tanah Suci. Kesiapan berhaji tidak cukup hanya dengan melunasi biaya perjalanan, tetapi juga harus memenuhi persyaratan kesehatan agar ibadah dapat dijalankan dengan aman.
Pada penyelenggaraan haji tahun sebelumnya, sebanyak 345 jemaah yang telah tiba di embarkasi dinyatakan kondisinya tidak layak terbang. Kondisi tersebut menjadi pengingat pentingnya mempersiapkan kesehatan jauh sebelum jadwal keberangkatan.
“Jemaah harus mempersiapkan diri sejak sekarang. Kesehatan dijaga, manasik diikuti dengan baik. Jangan sampai ketika sudah tiba waktunya berangkat, ternyata kondisi kesehatan tidak memungkinkan,” ujar Menhaj dalam keterangannya, Senin (19/10/2026).
Menurut Menhaj, pemeriksaan dan pemeliharaan kesehatan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar kondisi jemaah dapat dipantau sejak awal.
Seperti diketahui, haji merupakan ibadah yang menuntut ketahanan fisik. Jemaah harus menjalani perjalanan panjang, berpindah antarlokasi, serta melaksanakan rangkaian ibadah dalam kondisi cuaca dan lingkungan yang berbeda dari Indonesia. Karena itu, istitaah kesehatan menjadi bagian penting dari perlindungan jemaah.