Haru! Tukang Sayur Keliling di Lampung Selatan Naik Haji usai Menabung 20 Tahun
LAMPUNG SELATAN, iNews.id - Kisah mengharukan datang dari Lampung Selatan. Seorang tukang sayur keliling bernama Adna Yusri akhirnya berhasil mewujudkan impiannya menunaikan ibadah haji setelah menabung selama 20 tahun.
Perjuangan panjang itu pun berbuah manis, meski harus menyisakan haru karena sang istri belum bisa ikut berangkat.
Setiap pagi, Adna Yusri (58) memulai aktivitasnya di Desa Karang Jaya, Kecamatan Merbau Mataram. Dengan sepeda motor tuanya, dia berkeliling menjajakan sayur mayur dari rumah ke rumah.
Suara ramahnya sudah akrab di telinga warga, khususnya para ibu rumah tangga. Dia tetap tersenyum menawarkan dagangan, meski harus menghadapi panas terik maupun hujan.
Kisah Penjual Es Keliling di Jombang Naik Haji, Nabung di Kaleng Biskuit 23 Tahun
Dari hasil berjualan sayur keliling itulah, Adna mulai menyisihkan penghasilannya. Meski jumlahnya tidak besar, dia melakukannya secara konsisten tanpa pernah berhenti.
Rupiah demi rupiah dikumpulkan hingga akhirnya genap 20 tahun. Saat akan melunasi biaya haji, dia bahkan mengumpulkan lima ember penuh uang koin pecahan Rp1.000.
Alhamdulillah, 3 Kloter Pertama Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah
Perjuangan tersebut menjadi bukti nyata ketekunan dan kesabaran yang dia jalani selama bertahun-tahun.
Kerja keras itu akhirnya membuahkan hasil. Nama Adna kini tercatat sebagai calon jemaah haji tahun 2026 dan dijadwalkan berangkat pada 5 Mei mendatang.
Diiringi Lantunan Azan, Kloter Pertama Calon Haji Sumut Dilepas ke Tanah Suci
Wajah bahagia dan haru tidak bisa dia sembunyikan saat mengetahui impiannya untuk berangkat ke Tanah Suci akhirnya terwujud.
“Saya tidak menyangka bisa sampai di titik ini. Dari jual sayur keliling, saya kumpulkan sedikit demi sedikit. Ini semua karena doa dan kesabaran. Saya berharap suatu hari istri saya juga bisa menyusul,” ujarnya, Kamis (24/4/2026).
Kisah Jemaah Haji Termuda 14 Tahun Berangkat Gantikan Ayah yang Sakit, Doakan Kesembuhan
Di balik kebahagiaan tersebut, terselip kesedihan mendalam. Sang istri, Haljariyah, yang selama ini setia mendampingi, belum bisa ikut menunaikan ibadah haji karena keterbatasan biaya.
Meski demikian, keduanya tetap menerima keadaan dengan penuh keikhlasan. Haljariyah pun melepas kepergian suaminya dengan doa agar ibadahnya berjalan lancar. Harapan masih tersimpan, suatu hari nanti mereka dapat berangkat bersama ke Tanah Suci.
Kisah perjuangan Adna mendapat apresiasi dari warga sekitar. Sumiyati, salah satu warga, mengaku terharu dan bangga dengan ketekunan Adna selama ini.
“Beliau orangnya tekun sekali. Tidak pernah mengeluh. Kami semua ikut bangga dan terharu," katanya.
Kepala Desa Karang Jaya, Rudi Hartono, juga menyebut kisah ini sebagai inspirasi bagi masyarakat.
“Ini jadi inspirasi bagi warga. Walaupun dengan keterbatasan, kalau ada niat dan usaha, pasti ada jalan," ucapnya.
Editor: Donald Karouw