Kisah Haru Pasutri Penjual Sayur di Sragen, Menabung Rp20.000 Sehari Kini Berangkat Haji
SRAGEN, iNews.id - Kisah haru datang dari pasangan suami istri penjual sayur asal Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Setelah menabung secara disiplin selama 14 tahun, keduanya dipastikan berangkat ke Tanah Suci pada musim Gaji 2026.
Impian menunaikan ibadah haji akhirnya terwujud bagi pasutri bernama Sutarto Martoijoyo (61) dan Samini Surono (56). Dari penghasilan sederhana sebagai pedagang sayur dan tempe, keduanya konsisten menyisihkan uang sebesar Rp20.000 setiap hari untuk tabungan haji.
Dengan ketekunan yang luar biasa, tabungan yang dikumpulkan sedikit demi sedikit akhirnya cukup untuk mendaftar haji pada 2012. Setelah menunggu antrean panjang selama bertahun-tahun, kesempatan berangkat pun tiba pada 2026.
Dalam kesehariannya, Samini tidak hanya berjualan sayur, tetapi juga menjalankan usaha kelontong di rumah. Sementara Sutarto berjualan tempe di Pasar Gabugan, Kecamatan Tanon, yang berjarak sekitar 15 kilometer dari rumah mereka.
Haru! Pelajar SMP Jadi Jemaah Haji Termuda di Semarang, Berangkat di Usia 14 Tahun
Keduanya dikenal sebagai sosok pekerja keras yang tidak pernah menyerah meski hidup dalam keterbatasan.
Di tengah kesibukan mencari nafkah, pasangan ini tetap aktif mengikuti kegiatan keagamaan seperti pengajian dan membaca Al-Qur’an. Konsistensi dalam bekerja dan beribadah menjadi bagian penting dari perjalanan mereka.
Cerita Kamiseng Tukang Becak asal Bantaeng Naik Haji, Menabung 26 Tahun Hasil Mengayuh
Bagi Sutarto dan Samini, menabung sedikit demi sedikit merupakan langkah nyata untuk mewujudkan impian besar. Tahun ini, keduanya dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 13 Mei 2026. Mereka tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 66 Embarkasi Donohudan, Solo.
Secara keseluruhan, sebanyak 1.139 jemaah calon haji asal Kabupaten Sragen akan diberangkatkan pada musim haji tahun ini.
6 Jemaah Haji Jember Meninggal sebelum Keberangkatan, Digantikan 13 Kuota Cadangan
Kisah perjuangan Sutarto dan Samini menjadi inspirasi banyak orang. Ketekunan, disiplin, dan doa yang tak pernah putus membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita.
Editor: Donald Karouw