Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Abaikan Trump, Para Pejabat Israel Serukan Pendudukan Gaza secara Permanen
Advertisement . Scroll to see content

1 Juta Pengungsi Gaza Tinggalkan Rafah

Selasa, 28 Mei 2024 - 18:19:00 WIB
1 Juta Pengungsi Gaza Tinggalkan Rafah
UNRWA mengungkap sekitar 1 juta pengungsi meninggalkan Kota Rafah, Gaza, sejak 3 pekan terakhir (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

DUBAI, iNews.id - Badan PBB untuk urusan pengungsi Palestina UNRWA mengungkap sekitar 1 juta orang meninggalkan Kota Rafah, Jalur Gaza, sejak 3 pekan terakhir. Sebagian besar dari mereka mengungsi ke zona kemanusiaan Al Mawasi, masih di Gaza selatan.

Lokasi zona kemanusiaan yang diperluas itu sekitar 20 km dari tempat pengungsian di Rafah.

Rafah disesaki sekitar 1,5 juta orang sebelum Israel melancarkan operasi militer sejak awal Mei. Itu berarti setengah lebih dari total penduduk Jalur Gaza yang mencapai 2,3 juta jiwa.

Operasi militer Israel ditentang komunitas internasional karena berpotensi menimbulkan korban sipil dalam jumlah besar.

Namun banyak warga Gaza mengeluhkan, tinggal di zona kemanusiaan tak menjamin mereka terbebas dari serangan pasukan Zionis. Para pengungsi tersebut ada yang berasal dari Gaza Utara, wilayah pertama yang menjadi sasaran operasi darat Israel pada akhir Oktober 2023.

Mereka kemudian diperintahkah mengungsi ke Gaza tengah dan selatan untuk menghindari serangan. Namun saat sudah berada di selatan, yakni Rafah, mereka diperintahkan pindah lagi oleh militer Zionis.

Selain itu serangan Israel juga tak pandang bulu, mengincar tempat apa pun, termasuk rumah sakit dan kamp pengungsi.

Serangan teranyar berlangsung pada Minggu (26/5/2024). Pasukan Zionis membombardir tenda pengungsi, menyebabkan 45 orang tewas.

Menurut UNRWA, meninggalkan Rafah bukan jaminan para pengungsi aman dari serangan.

"(Pengungsian) Terjadi di tempat yang tidak aman untuk dituju dan di tengah pemboman, kekurangan makanan dan air, tumpukan sampah, dan kondisi kehidupan yang tidak layak,” bunyi pernyataan, dikutip dari Reuters, Selasa (28/5/2024).

Kondisi tersebut diperparah dengan tak adanya bantuan kemanusiaan yang masuk. Memberikan bantuan, apalagi perlindungan, kepada pengungsi hampir mustahil.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut