100 Lebih Demonstran Myanmar Dibebaskan lalu Ditangkap Lagi padahal Baru Sampai Rumah
BANGKOK, iNews.id - Pemerintah junta Myanmar menangkap kembali 100 demonstran anti-kudeta yang sempat dibebaskan melalui program amnesti baru-baru ini. Kelompok hak sipil Myanmar Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) menyatakan, setidaknya 110 orang ditangkap kembali padahal mereka baru sampai rumah.
Ada yang lebih parah, beberapa tahanan dibiarkan keluar pagar penjara untuk kemudian ditangkap kembali untuk tuduhan baru.
"Beberapa ditangkap kembali begitu mereka tiba di rumah. Beberapa orang lainnya diberitahu bahwa mereka masuk dalam daftar yang dibebaskan, dibawa ke pintu penjara, hanya untuk dibawa kembali ke dalam dengan tuduhan tambahan," bunyi pernyataan AAPP, seperti dilaorkan AFP.
Pada Senin lalu militer mengumumkan akan membebaskan lebih dari 5.000 tahanan selama 3 hari festival Buddha, Thadingyut. Mereka bisa berkumpul dengan keluarga setelah menghabiskan waktu berbulan-bulan di penjara.
Tak Diundang dalam KTT ASEAN, Pemerintah Junta Myanmar Merasa Dihina
Jumlah tahanan sebenarnya yang dibebaskan sulit diverifikasi. Banyak pula yang dibebaskan jika mereka mau menandatangani dokumen yang isinya berjanji untuk tidak melakukan pelanggaran kembali.
Myanmar Tak Izinkan Utusan ASEAN Bertemu Aung San Suu Kyi
Myanmar berada dalam kekacauan sejak kudeta menggulingkan pemerintahan Aung San Suu Kyi pada 1 Februari 2021. Sejak itu lebih dari 1.100 orang tewas akibat tindak kekerasan militer dan lebih dari 8.000 ditangkap.
Pada Juni pihak berwenang Myanmar telah membebaskan lebih dari 2.000 demonstran anti-kudeta dari penjara seluruh negeri, termasuk wartawan yang kritis terhadap pemerintah militer. Sementara mereka yang masih ditahan termasuk jurnalis Amerika Serikat Danny Fenster.
Editor: Anton Suhartono