106 Murid PAUD di Singapura Kena Wabah Flu Perut, Orang Tua Cemas
SINGAPURA, iNews.id – Lebih dari 100 murid pendidikan anak usia dini (PAUD) di Paya Lebar, Singapura, dilaporkan mengalami gejala gastroenteritis atau flu perut pada awal bulan ini. Di antara gejala yang mereka rasakan yaitu demam, sakit perut, mual, dan muntah.
Badan Pengembangan Anak Usia Dini Singapura (ECDA) bersama dengan Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Makanan (SFA) setempat pada Selasa (27/4/2021) ini mengeluarkan pernyataan bersama terkait kasus itu. Ketiga instasi tersebut menyatakan, mereka sedang menyelidiki insiden yang melibatkan para murid Superland Pre-school yang terletak di pusat perbelanjaan SingPost Centre itu.
Kepada The Straits Times, mereka mengungkapkan, hingga 25 April, sudah da 106 anak di sekolah itu yang mengalami gejala gastroenteritis. Semuanya kini telah pulih dan mayoritas dari mereka telah kembali ke sekolah.
Satu anak sempat dirawat di rumah sakit. ECDA menyatakan masih memantau situasi dan bekerja dengan operator prasekolah itu untuk memastikan kesejahteraan anak-anak dan staf sekolah.
Salah satu orang tua mengatakan, PAUD itu pada 9 April lalu telah memberitahukan ihwal kemungkinan gejala gastroenteritis akut itu. Pihak sekolah pun merekomendasikan agar anak-anak yang mengalami gejala tersebut untuk tinggal di rumah saja.
Saat ini, ada 218 murid yang terdaftar di PAUD Superland Pre-school. Sayangnya, saat dihubungi wartawan, pihak sekolah menolak berkomentar.
Pascakejadian tersebut, pengelola PAUD mengambil sejumlah tindakan, seperti menjaga anak-anak tetap berada di kelas masing-masing,; menyetop kegiatan bermain di dalam dan luar ruangan, serta; membatalkan pelajaran pidato dan drama Bahasa Inggris. Pihak sekolah juga membatalkan semua perayaan ulang tahun sepanjang April.
Salah satu wali murid, Constance Chen (41) mengatakan, dia mendengar soal wabah tersebut dari orang tua murid di PAUD yang sama dengan tempat putranya bersekolah pada 9 April. Selain itu, dia juga mendengar putra temannya yang masih berusia dua tahun sempat muntah 10 kali hingga dilarikan ke instalasi gawat darurat (IGD) di Rumah Sakit KK Women's and Children's Singapura.
Keesokan harinya, anak kedua dari temannya itu—yang bersekolah di PAUD yang sama—juga jatuh sakit. “Saya sangat khawatir karena anak saya baru saja sembuh dari pneumonia dan sempat tak masuk sekolah selama dua setengah minggu,” kata Chen.
Untungnya, anak Chen tidak mengalami gejala gastroenteritis. “Saya tidak ingin dia jatuh sakit lagi begitu cepat. Karena itu, saya langsung menariknya dari sekolah,” ucap perempuan itu.
Editor: Ahmad Islamy Jamil