Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BPOM Tegaskan Obat dari Amerika Serikat Tetap Perlu Izin Edar Indonesia
Advertisement . Scroll to see content

15 Negara Bagian AS Gugat Trump gara-gara Vaksin Anak Dipangkas

Rabu, 25 Februari 2026 - 10:43:00 WIB
15 Negara Bagian AS Gugat Trump gara-gara Vaksin Anak Dipangkas
15 negara bagian AS menggugat pemerintahan Presiden Donald Trump terkait pengurangan pasokan vaksin anak (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

LOS ANGELES, iNews.id - Sebanyak 15 negara bagian Amerika Serikat (AS) yang dikuasai Partai Demokrat menggugat pemerintahan Presiden Donald Trump terkait pengurangan jumlah pasokan vaksin untuk anak-anak. Keputusan tersebut dianggap bertentangan dengan sains.

Melalui perubahan aturan yang diumumkan Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS pada Januari itu, pemerintah federal tidak lagi merekomendasikan setiap anak mendapat imunisasi untuk mencegah beberapa penyakit, di antaranya rotavirus, influenza, dan Covid-19.

Sebagai perubahan, tujuh vaksin hanya direkomendasikan untuk anak-anak berisiko tinggi. Langkah tersebut membatalkan rekomendasi kalangan ilmiah yang bertujuan menekan penyakit dengan imunisasi rutin.

“Menteri RFK Jr (Robert F Kennedy) dan CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) mengabaikan penelitian ilmiah selama beberapa dekade, mengabaikan (saran) para pakar medis kredibel, serta mengancam akan membebani sumber daya negara bagian dan membuat anak-anak AS lebih rentan menderita penyakit,” kata Jaksa Agung California Rob Bonta, yang memimpin gugatan tersebut, dikutip dari Reuters, Rabu (25/2/2026).

Vaksin lain yang dicabut status rekomendasi penggunaanya untuk anak-anak adalah hepatitis A, meningokokus, virus sinsitial pernapasan (RSV), dan virus hepatitis B.

Perubahan skema vaksinasi anak oleh pemerintah federal memicu kekhawatiran di kalangan medis.

Pemerintahan Trump membela keputusan tersebut dengan alasan menyelaraskan kebijakan vaksinasi AS dengan negara lain, mencantumkan Denmark sebagai contoh.

Beberapa ahli kesehatan menunjuk Denmark sebagai negara kecil dan homogen dengan prevalensi penyakit rendah serta sistem perawatan kesehatan terpusat yang menjamin akses universal terhadap perawatan.

Namun kondisi Denmark tak bisa disamakan dengan AS, di mana sistem perawatan kesehatan, sebagian besar dipegang swasta, tidak menyeluruh dibandingkan Eropa. Kondisi tersebut juga menyebabkan jutaan warga AS tidak memiliki asuransi kesehatan.

“Meniru jadwal vaksinasi Denmark tanpa meniru sistem perawatan kesehatan Denmark tidak memberikan lebih banyak pilihan bagi keluarga. Itu hanya membuat anak-anak tidak terlindungi dari penyakit serius,” kata Jaksa Agung Arizona, Kris Mayes, di kesempatan yang sama.

Skeptisisme terhadap vaksin telah meningkat di Amerika Serikat sejak Trump kembali menjabat sebagai presiden periode kedua.

Tingkat vaksinasi menurun sejak pandemi Covid-19, meningkatkan kekhawatiran akan munculnya kembali penyakit mematikan dan menular seperti campak.

Negara bagian lain yang mengajukan gugatan di antaranya Colorado, Michigan, New Jersey, dan Wisconsin.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut