1,6 Juta Jemaah Haji Lempar Jumrah di Mina Tandai Masuknya Iduladha
MAKKAH, iNews.id - Lebih dari 1,6 juta jemaah haji dari seluruh dunia bergerak ke Mina untuk melempar jumrah mulai Jumat (6/6/2025) dini hari waktu setempat. Pada Kamis kemarin, jemaah malaksanakan puncak ibadah haji yakni Wukuf di Arafah.
Kemudian pada Kamis malam jemaah bergeser ke Muzdalifah untuk bermalam atau mabit sembari mengumpulkan kerikil untuk melempar jumrah. Melempar jumrah juga menandai dimulainya Iduladha yang jatuh pada 10 Dzulhijjah.
Ahmed Al Subhi, perwakilan dari Kidana Development, perusahaan yang mengelola tempat-tempat suci Makkah, mengatakan kantong-kantong kerikil telah dipersiapkan sebelumnya dan didistribusikan di lebih dari 300 titik di Muzdalifah dan Mina.
Pihak berwenang Arab Saudi memantau terus pergerakan jemaah dan mengatur kerumunan dengan sangat teliti untuk menghindari penumpukan. Langkah ini sekaligus memastikan para jemaah mengikuti rute yang telah ditentukan sebelumnya oleh Kementerian Haji dan Umrah dan Kementerian Dalam Negeri.
Memindahkan sekitar 1,67 juta jemaah dari satu lokasi tempat suci ke lokasi lain dalam hitungan hanya beberapa jam bukan perkara mudah.
Personel keamanan, unit pengendalian massa, serta relawan pemandu berjejer di sepanjang jalan untuk memastikan para jemaah, banyak di antaranya sudah berusia lanjut atau mengalami kelelahan, bisa bergerak dengan aman.
Transportasi bus disediakan dengan jadwal ketat. Banyak juga jemaah yang menggunakan Metro Al Mashaaer Al Mugaddassah, sistem kereta khusus haji yang menghubungkan Mina, Arafah, dan Muzdalifah dengan kapasitas hingga 72.000 penumpang per jam.
Setibanya di Mina, para jemaah melanjutkan perjalanan ke Jembatan Jamarat, bangunan bertingkat yang dibangun khusus untuk menampung jutaan orang dalam satu wakti untuk melempar jumrah.
Setiap jemaah melempar tujuh kerikil di Jamrat Aqaba, melambangkan penolakan terhadap kemunkaran. Ritual tersebut diulang selama 2 hari berikutnya di tiga pilar berbeda.
Kerikil-kerikil yang dilempar jatuh ke ruang bawah tanah jamarat dengan kedalaman 15 meter untuk kemudian ditampung. Kemudian batu-batu kecil tersebut diayak dan dicuci untuk menghilangkan kotoran, sebelum dipindahkan ke kendaraan penyimpanan.
Untuk memastikan kelancaran arus di jamarat, jembatan dilengkapi dengan sistem pengawasan canggih, unit ventilasi, pintu keluar darurat, serta jalur khusus untuk kelompok dan individu.
Masuk dan keluar dikelola menggunakan kartu Nusuk berbasis RFID dan sistem pelacakan kerumunan digital yang dioperasikan oleh Otoritas Data dan AI Saudi.
Badan statistik Saudi mengungkap, tahun ini sebanyak 1.673.230 jemaah melakukan haji. Sebanyak 1.506.576 di antaranya berasal dari luar negeri.
Editor: Reza Fajri