Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trump: Saya Dukung Penuh Netanyahu Jadi PM Israel Mendatang!
Advertisement . Scroll to see content

180 Jemaat Gereja Dikarantina karena Nekat Gelar Kebaktian, 1 Orang Positif Corona

Minggu, 17 Mei 2020 - 11:05:00 WIB
180 Jemaat Gereja Dikarantina karena Nekat Gelar Kebaktian, 1 Orang Positif Corona
Ilustrasi swab test Covid-19. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

SACRAMENTO, iNews.id – Sedikitnya 180 orang dikarantina setelah menghadiri kebaktian gereja di Butte County, California, AS. Satu orang dari jemaat gereja itu ternyata positif mengidap virus corona (Covid-19), berdasarkan hasil tes.

Orang yang terinfeksi Covid-19 itu menerima hasil tes sehari setelah menghadiri layanan dalam rangka Hari Ibu, akhir pekan lalu. Saat ini, yang bersangkutan telah mengisolasi diri di rumah.

“Terlepas dari perintah gubernur (Negara Bagian California), organisasi (gereja) ini memilih untuk membuka pintu, yang membuat seluruh jemaat terpapar kepada Covid-19,” ungkap Departemen Kesehatan Masyarakat Butte County (BCPH) dalam sebuah pernyataan akhir pekan ini, dikutip Alarabiyah, Sabtu (16/5/2020).

“Keputusan (pembukaan gereja) ini menimbulkan beban keuangan pemerintah dalam merespons secara efektif untuk memperlambat penyebaran Covid-19. Keputusan semacam ini juga dapat menempatkan risiko besar pada kemampuan daerah (Butte) untuk terus merespons lebih cepat daripada yang negara bagian lakukan,” kata pernyataan itu lagi.

Orang-orang yang menghadiri layanan gereja tersebut ditemukan melakukan kontak dengan anggota jemaat yang terinfeksi Covid-19. Mereka semua lalu diperintahkan untuk karantina mandiri di rumah masing-masing. Pemerintah Butte County pun bekerja dengan penyedia layanan kesehatan untuk menguji semua orang yang mungkin terpapar virus di gereja.

“Pada saat ini, organisasi yang mengadakan layanan atau pertemuan secara langsung, telah menempatkan kesehatan dan keselamatan jemaat mereka, masyarakat umum, dan kemampuan tenaga medis lokal kami pada risiko besar,” ungkap BCPH dalam pernyataan itu.

“Organisasi ini bergerak terlalu cepat melalui proses pembukaan kembali (gereja mereka) yang dapat menyebabkan kemunduran besar dan bisa memaksa kita untuk kembali ke langkah-langkah pembatasan yang lebih ketat,” ucap BCHP lagi.

Gubernur California, Gavin Newsom, pada Maret 2020 lalu telah melarang segala bentuk pertemuan sosial sampai pemberitahuan lebih lanjut. Larangan itu bertujuan untuk memperlambat penyebaran virus di negara bagian itu.

Namun, Newsom baru-baru ini mengizinkan pelonggaran kembali pembatasan sosial di California secara bertahap. BCPH menyatakan, sampai sejauh ini masih belum memungkinkan bagi warga untuk melakukan pertemuan lewat rencana pelonggaran kembali pembatasan sosial di tingkat county (setara kabupaten kota).

Pada Selasa (12/5/2020), pakar penyakit menular AS Anthony Fauci telah memperingatkan Kongres dan Pemerintah Amerika Serikat bahwa pencabutan pembatasan sosial secara dini dapat menyebabkan munculnya gelombang baru dari wabah virus yang mematikan itu, menurut Reuters. Sejauh ini, virus corona telah membunuh 87.568 orang di AS dan lebih dari 300.000 orang di seluruh dunia. Hampir 1,5 juta penduduk telah terinfeksi di AS.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut