2 Migran Ilegal Tewas dan Belasan Lainnya Lemas di Dalam Gerbong Barang
AUSTIN, iNews.id - Dua migran tanpa dokumen ditemukan mati lemas di dalam gerbong kereta barang di Texas, Amerika Serikat (AS). Sementara 10 orang lainnya memerlukan perawatan medis segera di rumah sakit.
Mayat ditemukan saat pejabat di Uvlade, Texas menerima panggilan darurat 911 dari seseorang tanpa menyebut nama. Penelepon memberi tahu mereka bahwa banyak imigran mati lemas di dalam kereta.
Polisi Uvalde dalam sebuah pernyataan pada Jumat (24/3/2023) mengatakan, setidaknya 15 imigran membutuhkan perhatian medis segera. Para migran dengan kondisi parah segera dilarikan ke rumah sakit dengan helikopter dan ambulans.
Pejabat Patroli Perbatasan AS telah diberitahu. Mereka segera menghentikan kereta tepat di sebelah timur Knippa, Texas, tepatnya di Uvalde County. Pejabat menutup US Highway 90 sementara untuk mendaratkan helikopter.
Sadis! Senator Ini Jual Manusia ke Inggris untuk Diambil Ginjalnya
Penyelidik dari Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mengatakan, pihaknya sedang menyelidiki kemungkinan kasus penyelundupan manusia tersebut.
Televisi KSAT menyebut, Kepala Polisi Uvalde, Daniel Rodriguez menduga, para migran mengalami dehidrasi akibat panasnya gerbong kereta saat cuaca hangat.
3 Polisi Gadungan Ditangkap, Minta Uang Tebusan ke Agen Calon Pekerja Migran
"Menyedihkan melihat begitu banyak imigran tidak berdokumen ditemukan dalam kondisi ini, dan dua dari mereka kehilangan nyawa. Ini memilukan," kata Rodriguez seperti dikutip dari KSAT.
Keamanan Dalam Negeri belum menentukan kewarganegaraan para korban, termasuk apakah ada keluarga atau anak-anak di antara mereka.
Tersangka Kasus Sertifikat Lahan Transmigran Bangka Barat Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara
"Kami sedih mengetahui insiden tragis lainnya dari para migran yang melakukan perjalanan berbahaya. Kami berjanji untuk bekerja sama dengan penyelidik lokal untuk menemukan mereka yang bertanggung jawab," kata Sekretaris Keamanan Dalam Negeri, Alejando Mayorkas di Twitter.
Dilansir dari Reuters, tragedi itu terjadi di dekat lokasi insiden yang lebih parah tahun lalu. Saat itu, 53 migran tewas di belakang truk trailer di tengah panas terik selama upaya penyelundupan. Belasan migran dijejalkan ke bagian belakang truk yang ditemukan di pinggiran San Antonio pada 27 Juni.
Kecelakaan di Malaysia, 2 Jenazah Pekerja Migran Dipulangkan ke Flores Timur NTT
Dua orang Amerika telah didakwa di pengadilan federal dalam kasus itu. Mereka dapat menerima hukuman mati jika terbukti bersalah. Sementara dua orang Meksiko telah didakwa dengan kejahatan yang lebih ringan.
Editor: Umaya Khusniah