2 Remaja Perempuan WNI Diserang di Stasiun AS, Dipukul hingga Jatuh
JAKARTA, iNews.id - Dua remaja perempuan warga negara Indonesia (WNI) berusia 17 dan 18 tahun menjadi korban serangan bermotif rasial di Amerika Serikat, Minggu (21/3/2021).
Kedua korban yang meminta identitasnya tidak disebutkan itu diserang oleh empat perempuan lain saat menunggu kereta di Stasiun City Hall yang dikelola Otoritas Transportasi Pennsylvania Tenggara (SEPTA).
Mereka menceritakan pengalaman mengerikan itu kepada stasiun televisi NBC10 dan mengatakan merasa tidak aman lagi berada di tempat umum.
"Saya pulang dan mulai menangis karenasyok. Saya dalam kondisi panik," kata salah seorang korban.
Perempuan Asia Diserang Lagi di AS, Korban Melawan Hajar Pelaku Sampai Berdarah
Dalam video yang terekam saat kejadian tampak seorang pelaku bertanya mengapa remaja itu menangis sambil melakukan perundungan.
"Seorang perempuan menampar wajah kanan teman saya sampai saya menangis lalu seorang lainnya menampar bagian kiri kepala saya beberapa kali sampai saya jatuh," ujarnya lagi.
Penembakan Brutal di Panti Pijat, 8 Tewas Sebagian Besar Perempuan Asia
Dia menambahkan serangan tersebut jelas bermotif rasial karena ada 15 sampai 20 orang lain berada di stasiun saat kejadian. Namun para pelaku mendatangi remaja perempuan dan laki-laki dari Indonesia sebelum menghampiri yang lain.
Sementara itu SEPTA, dalam pernyataan yang dikutip NBC10, mengakui serangan bermotif rasial menargetkan orang keturunan Asia mengalami peningkatan belakangan ini. Otoritas bekerjasama dengan penegak hukum di seluruh wilayah untuk mencari cara menangani kejahatan kebencian ini.
Serangan terhadap warga keturunan Asia di AS sering terjadi belakangan ini. Di Atlanta, Georgia, enam perempuan keturunan Asia tewas ditembak di tiga lokasi panti pijat.
Setelah itu seorang perempuan lanjut usia diserang seorang pria di keramaian San Francisco sampai babak belur. Dia melawan sampai membuat pelaku berdarah.
Kasus lain di Kota New York, perempuan keturunan Asia dikencingi pria di dalam kereta bawah tanah. Polisi langsung memburu pelaku setelah mendapat laporan.
Editor: Anton Suhartono