2 Wanita Rusak Masjid di AS, Disiarkan Langsung di Facebook
TEMPE, iNews.id – Aksi vandalisme terhadap masjid di Amerika Serikat (AS) dilakukan secara terang-terangan, bahkan disiarkan langsung melalui Facebook.
Pada 4 Maret 2018, ada tiga video live di Facebook yang menunjukkan dua perempuan merusak masjid, bahkan mengambil beberapa barang di dalamnya.
Dilaporkan The Huffington Post, dua perempuan yang juga mengajak serta tiga anak itu mengunggah video ini di akun Tahnee Gonzales dan Elizabeth “Liz” Dauenhauer. Mereka awalnya mengumpulkan informasi untuk mencari masjid yang menjadi sasarannya di Tempe, Arizona.
Anak-anak sengaja dibawa oleh mereka dengan tujuan untuk mengajarkan bahwa merusak masjid merupakan bagian dari seorang patriot bangsa.
Video dimulai saat mereka berkunjung ke sebuah mini market yang juga terdapat restoran milik warga Muslim. Perempuan itu lalu mengklaim bahwa restoran ini merupakan bentuk invasi Muslim di AS dan ilegal.
Lalu di dalam masjid mereka mengambil selebaaran yang dipajang di mading. Mereka juga bertemu dengan seorang jamaah lalu menuduhnya sebagai pemakan anjing dan pelaku paedofilia.
Jamaah tersebut terkejut namun dia mencoba menenangkan situasi.
Di video lain, masih dilaporkan Huffington Post, mereka bahkan mengumpat dengan menyebut kata-kata kotor.
Mereka juga memuji anak-anak yang mengatakan komentar rasis dan ikut mengambil barang di masjid.
Dalam sebuah rekaman mereka juga menaiki ambulans jenazah milik yayasan masjid dan meneriakkan umpatan. Menurut laporan, para perempuan itu merupakan bagian dari organisasi Patriot Movement AZ.
Namun Huffingtong Post melaporkan, Gonzales sudah dikeluarkan dari organisasi sebelum kejadian itu.
Sementara itu, Ahmad Al Akoum, ketua Komunitas Muslim Tempe, mengatakan, ini bukan kali pertama masjid menjadi sasaran kebencian di Tempe. Dia juga kaget anak-anak diikutsertakan untuk menanamkan kebencian terhadap agama.
Pihaknya sudah menyerahkan bukti-bukti video itu ke otoritas terkait.
Sejauh ini otoritas keamanan belum menangkap atau memintai keterangan para perempuan tersebut.
Editor: Anton Suhartono