Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Setelah Iran, Giliran Israel dan AS Gelar Latihan Perang di Laut Merah
Advertisement . Scroll to see content

274 Warga Gaza Dibantai Israel di Kamp Nuseirat, AS: Kami Prihatin

Senin, 10 Juni 2024 - 11:02:00 WIB
274 Warga Gaza Dibantai Israel di Kamp Nuseirat, AS: Kami Prihatin
Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, Jake Sullivan. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON DC, iNews.id - Amerika Serikat mengakui operasi penyelamatan empat tawanan oleh militer Israel di Jalur Gaza pada akhir pekan lalu memang disertai dengan berjatuhannya korban sipil. Namun, Washington DC justru menyalahkan para pejuang Hamas, bukan tentara zionis yang melakukan pembantaian massal itu.

“Ya tentu saja, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah mengeluarkan satu angka (jumlah korban jiwa di Gaza), Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas juga telah mengeluarkan angka lainnya. Kami sedang menyelidikinya… Tapi kami tahu ini…. banyak warga sipil terbunuh," kata Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, Jake Sullivan, kepada ABC News, Minggu (9/6/2024).

Pernyataannya tersebut sebagai jawaban atas pertanyaan jurnalis ABC ketika dia diminta memverifikasi informasi yang menyebut lebih dari 200 warga sipil terbunuh oleh Israel dalam serangan di kamp Nuseirat, Jalur Gaza, Sabtu (8/6/2024) lalu. Data yang diumumkan oleh Kementerian Kesehatan Gaza kemarin mengungkapkan, total warga sipil yang gugur sebanyak 274 orang.

Pejabat AS itu mengatakan rakyat Palestina sedang mengalami "neraka" dalam perang ini, karena Hamas bersembunyi di balik infrastruktur sipil, sehingga membahayakan masyarakat.

"Setiap saat warga sipil terbunuh, kami prihatin. Itu sebabnya kami ingin perang ini berakhir. Satu-satunya cara untuk mengeluarkan semua sandera dan mengakhiri lebih banyak korban sipil di Gaza adalah dengan mencapai kesepakatan. gencatan senjata komprehensif dan perjanjian penyanderaan,” kata Sullivan.

Amerika Serikat ikut membantu Israel mencari dan membebaskan tawanan di Jalur Gaza. Namun negara adidaya itu tidak mengirimkan militernya untuk berpartisipasi dalam operasi brutal zionis pada Sabtu lalu, menurut Sullivan.

"Amerika Serikat telah memberikan dukungan kepada Israel selama beberapa bulan dalam upayanya membantu mengidentifikasi lokasi para tawanan di Gaza dan mendukung upaya penyelamatan atau penemuan mereka," kata Sullivan, menolak menjelaskan lebih lanjut.

Pada hari yang sama, sayap militer Hamas, Brigade al-Qassam, mengatakan bahwa tiga tawanan Israel tewas ketika pasukan zionis mencoba membebaskan para tawanan lainnya.

"Pemerintah Israel, Anda membunuh sejumlah tawanan Anda untuk menyelamatkan tawanan lainnya. Sebagai imbalannya, tentara Anda sendiri membunuh tiga tawanan Anda sendiri dalam serangan yang sama; salah satu dari mereka memegang (kewarganegaraan) AS," ungkap Brigade al-Qassam di aplikasi Telegram.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut