Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo bakal Hadiri Rapat Dewan Perdamaian Bentukan Trump di AS, PDIP Wanti-Wanti Hal Ini
Advertisement . Scroll to see content

4 Alasan Trump Bersedia Bertemu Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei

Minggu, 15 Februari 2026 - 10:43:00 WIB
4 Alasan Trump Bersedia Bertemu Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
Presiden AS Donald Trump bersedia bertemu langsung dengan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bersedia bertemu langsung dengan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di tengah ketegangan hubungan kedua negara.

Pernyataan itu memunculkan pertanyaan besar, apa sebenarnya alasan Trump membuka peluang dialog tingkat tertinggi tersebut?

Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio menegaskan, kesiapan Trump bukan bentuk konsesi politik, melainkan bagian dari pendekatan diplomasi langsung untuk menyelesaikan persoalan global.

“Presiden bersedia bertemu dengan siapa pun. Jika Ayatollah mengatakan ingin bertemu Presiden Trump, maka Presiden akan menemuinya,” kata Rubio, dalam wawancara dengan Bloomberg, dikutip Minggu (15/2/2026).

Berikut 4 alasan Trump ingin bertemu Khamenei:

1. Mengutamakan Diplomasi daripada Konfrontasi

Menurut Rubio, Trump memandang pertemuan langsung sebagai cara paling efektif untuk memecahkan kebuntuan internasional. Meski sebelumnya pernah melontarkan ancaman keras terhadap Teheran, Trump disebut lebih memilih jalur kesepakatan dibanding eskalasi militer.

Pendekatan ini sejalan dengan prinsip Trump yang kerap menekankan negosiasi langsung antar-pemimpin sebagai strategi diplomasi.

2. Fokus pada Kesepakatan Nuklir

Alasan utama di balik kesiapan itu adalah upaya mencapai kesepakatan baru terkait program nuklir Iran. AS dan Iran saat ini kembali membuka jalur perundingan setelah negosiasi sebelumnya gagal.

Rubio menegaskan, pilihan utama Trump adalah mencapai kesepakatan. Meski sulit, pemerintahan AS ingin memberi kesempatan pada proses diplomasi sebelum mempertimbangkan opsi lain.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut