YUANYANG, iNews.id – Empat anak berusia lima hingga 11 tahun ditemukan tewas tertimbun tanah galian di lokasi proyek pembangunan perumahan di Kabupaten Yuanyang, Provinsi Henan, China. Tujuh orang, termasuk manajer proyek pembangunan perumahan itu, ditahan polisi dan dimintai pertanggungjawaban, kata Pemkab Yuanyang dikutip media resmi setempat, Senin (20/4/2020).
Anak-anak yang menjadi korban itu adalah warga salah satu desa di Kabupaten Wenzhuang. Hasil penyelidikan sementara menyebutkan, keempat korban kesulitan bernapas saat tertimbun gundukan. Tidak diketahui secara jelas bagaimana para korban terjebak dalam gundukan tanah.
Kembali Salahkan China soal Wabah Corona, Donald Trump: Ini Harus Ada Konsekuensinya
“Jenazah empat anak itu ditemukan satu meter di bawah galian tanah pada Sabtu (18/4/2020),” demikian dilaporkan portal berita Thepaper.cn.
Media tersebut menduga ada kesalahan konstruksi dalam proyek itu. Liu, ayah dari dua anak yang menjadi korban, mengatakan bahwa empat anak itu berasal dari tiga keluarga berbeda.
Dia mengaku telah melaporkan kehilangan dua putranya pada Sabtu petang pukul 17.00 waktu setempat (16.00 WIB) itu. Beberapa saat kemudian, dia akhirnya mendapatkan kabar bahwa anaknya sudah tidak bernyawa dan diangkat dari dalam tanah galian. Pemkab Yuanyang menyatakan, pihak pengembang tidak mematuhi prosedur pembangunan perumahan.
Feng Xianying, seorang pengacara dari Yingke Law Firm, mendesak pemerintah memperketat jaminan keselamatan anak-anak. Oleh karena sedang terjadi pandemi Covid-19, kata dia, anak-anak seharusnya belajar di rumah sehingga sangat penting menjaga keselamatan jiwa mereka.
“Baik sekolah maupun orang tua harus bekerja sama meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan anak-anak mereka. Para orang tua harus menyediakan waktu lebih banyak untuk mendampingi anak-anak mereka,” ujarnya, dikutip China Daily.
Editor: Ahmad Islamy Jamil