4 Kali Dilantik sebagai Presiden Rusia, Ini Rekam Jejak Vladimir Putin
MOSKOW, iNews.id - Hari ini Vladimir Putin dilantik sebagai Presiden Rusia untuk keempat kalinya. Putin kembali menduduki jabatan tertinggi di Rusia setelah memenangkan pemilihan presiden (pilpres) pada 18 Maret 2018.
Setelah dilantik, Putin resmi menjadi presiden Rusia pertama yang menjabat hingga 20 tahun. Dua periode kepemimpinan sebelumnya berlangsung selama masing-masing empat tahun dan dua lainnya enam tahun.
Dikenal sebagai sosok yang disiplin dan optimistis, ini rekam jejak karir Putin menuju 20 tahun kekuasaan sebagai presiden Rusia.
Pria bernama asli Vladimir Vladimirovich Putin itu lahir di St Petersburg (yang kini dikenal sebagai Leningrad) pada 7 Oktober 1952. Putin sempat menempuh pendidikan formal dan lulus dari Universitas Negeri Leningrad.
Sebelum terjun ke politik, Putin muda bergabung dengan dinas intelijen Komite Keamanan Negara (KGB) dan menjadi staf Direktorat Intelijen Luar Negeri. Dia ditugaskan membayangi pengunjung asing ke Leningrad.
Putin juga mengikuti Red Banner Institute of Intelligence pada 1984. Di sana dia belajar bahasa Jerman dan bahasa Inggris.
Beberapa tahun kemudian, dia ditugaskan di bagian kontraintelijen di Dresden untuk memantau loyalitas para diplomat Soviet.
Lalu Putin merambah dunia akademisi dengan menjadi asisten rektor (dekan) untuk urusan internasional di Universitas Negeri Leningrad pada 1990. Masih dengan status intelijen, saat itu Putin memonitor loyalitas siswa dan menantau orang asing di Rusia.
Pada 1991, Putin mulai merangkak ke dunia politik. Di awal karier politiknya, Putin menjadi penasihat seorang mentor sekolah hukum, Anatoly Sobchak. Saat itu Putin mencalonkan diri sebagai Wali Kota Leningrad. Setelah Sobchak memenangkan pemilu Rusia, Putin diminta bekerja di balai kota sebagai ketua komite untuk hubungan internasional.
Dia mengundurkan diri dari KGB pada musim panas di tahun yang sama . Lalu pada 1997, Putin ditunjuk sebagai wakil kepala administrator Kremlin di bawah Presiden Boris Yeltsin. Tahun berikutnya, dia menjadi Kepala Dinas Keamanan Federal (FSB) dan pada 1999 menjadi Sekretaris Dewan Keamanan Rusia.
Semakin meroket, pada 9 Agustus 1999 Yeltsin menunjuk Putin sebagai Perdana Menteri Rusia. Kemudian pada 31 Desember 1999, Yeltsin turun dari jabatannya di tengah skandal dan posisinya digantikan Putin.
Putin terpilih menjadi presiden Rusia pada 26 Maret 2000 setelah memenangkan pemilu, lalu dilantik pada 7 Mei.
Masih terus menanjak, Putin terpilih kembali menjadi presiden setelah maju melalui jalur independen pada 15 Maret 2004. Dia dilantik untuk masa jabatan kedua pada 7 Mei 2004.
Karena aturan di Rusia tak membolehkan presiden menjabat selama tiga periode berturut-turut, maka pada pilpres 2008 Putin tak bisa maju. Masa kepemimpiannya dijeda selama satu periode yakni 2008-2012.
Saat itu dia menjadi perdana menteri dan memberikan kesempatan kepada anak didiknya, Dmitry Medvedev, untuk naik menjadi presiden. Dmitry Medvedev terpilih sebagai presiden Rusia pada 2 Maret 2008.
Pada 7 Mei 2008, hanya berselang dua jam setelah menjadi presiden, Medvedev menjadikan Putin sebagai perdana menteri.
Beberapa bulan sebelum masa jabatannya habis, Medvedev meminta partai berkuasa United Russia mendukung Putin sebagai presiden Rusia periode 2012-2018.
Tak perlu menunggu lama untuk jabatan tersebut, pada 4 Maret 2012 Putin kembali memenangkan pemilu Rusia dan menjadi presiden untuk ketiga kalinya.
Pelantikan Putin pada 7 Mei 2012 diwarnai unjuk rasa di beberapa wilayah. Putin pun dilantik dengan keamanan ekstra ketat pihak berwenang Rusia.
Lima tahun kemudian, yakni 6 Desember 2017, Putin mencalonkan diri dalam pilpres 2018. Sama seperti sebelumnya, Putin unggul meskipun kemenangannya memicu kontroversi.
Putin menang telak dengan memperoleh 76,67 persen suara dan akan memimpin Rusia hingga 2024.
Lebih dari 55 juta warga Rusia memilih Putin dalam pilpres 2018. Angka ini merupakan rekor tertinggi bagi Putin selama empat kali mengikuti pilpres, meski diwarnai berbagai isu kecurangan.
Sama dengan pilpres sebelumnya, menjelang pelantikannya terjadi demonstrasi besar-besaran di 90 kota di Rusia. Sekitar 1.600 demonstran ditangkap atas dalih berunjuk rasa tanpa izin. Polisi sempat menahan tokoh oposisi Alexei Navalny yang memimpin demonstrasi, namun dibebaskan pada Minggu (6/5) dini hari.
Jika ingin memperpanjang masa jabatannya, Putin harus menunggu hingga pilpres Rusia 2030. Dia tidak bisa mencalonkan diri pada pilpres 2024 karena aturan, seperti terjadi pada 2008-2012, di mana saat itu dia meninggalkan kursi presiden dan menjadi perdana menteri.
Putin akan memasuki usia 72 tahun pada 2024. Jika kembali mencalonkan diri sebagai presiden, Putin harus menunggu hingga 2030 saat usianya 78 tahun.
Editor: Nathania Riris Michico