4 Konglomerat China yang Meninggal Tak Biasa, Ada yang Tertimpuk Batu
JAKARTA, iNews.id - Konglomerat dan pemimpin perusahaan raksasa China, HNA Group, Wang Jian, meninggal akibat terjatuh dari tebing di sebuah desa di Prancis, Selasa (3/7/2018). Menurut laporan media Prancis, Wang terjatuh dari ketinggian sekitar 10 meter saat berfoto.
Kecelakaan pada Wang mengingatkan pada meninggalnya para tycoon China dengan cara yang tidak biasa.
Menurut laporan China Daily, pada periode 2003 hingga 2011, ada 72 konglomerat China yang tewas secara tidak biasa. Berikut empat konglomerat di antaranya, sebagaimana dikutip dari The Straits Times:
1. Weng Mao
(Weng Mao/Foto: China Daily)
Mantan pimpinan perusahaan Guan Sheng Yuan Group ini meninggal di usia 67 tahun. Perusahaannya dikenal sebagai produsen permen White Rabbit.
Pada April 2016, dia sedang bertamasya ke Gunung Yuntai. Saat menikmati pemandangan yang indah, tiba-tiba sebuah batu menimpa kepalanya. Diduga batu tersebut ditendang oleh seekor monyet, mengingat kawasan itu banyak dihuni monyet liar.
Monyet-monyet di sana juga kerap mengerang para turis. Weng meninggal setelah mendapat perawatan di rumah sakit.
2. Lam Kok
(Lam Kok (kiri) beserta istrinya/Foto: Ifeng)
Pada Februari 2014, kepolisian Prancis menemukan sesosok mayat dekat dengan sungai di Bordeaux. Jasad itu kemudian diidentifikasi sebagai Lam Kok.
Pria yang dikenal dengan raja teh itu dilaporkan hilang selama dua bulan setelah helikopter yang dinaikinya jatuh di Sungai Dordogne.
Saat itu Lam sedang melakukan tur untuk melihat perkebunan anggur yang baru dibelinya. Turut serta di helikopter, penasihat keuangan, putranya berusia 12 tahun, serta pemilik perkebunan sebelumnya. Ketiganya tewas dalam kecelakaan itu.
Lam meninggal di usia 46 tahun.
3. Long Liyuan
(Long Liyuan/Foto: Daily Mail)
Long meninggal di usia 49 tahun pada Desember 2011. Saat itu dia baru saja makan siang dengan pejabat lokal di Guangdong, Huang Guang. Menunya adalah makanan khas di sana yang daging kucing.
Polisi langsung menangkap Huang atas dugaan dia membubuhi rebusan daging kucing itu dengan rerumputan beracun Gelsemium yang bisa ditemukan di hutan China.
Dokter lalu menyatakan Long meninggal akibat serangan jantung.
Setelah itu diketahui keduanya memiliki perselisihan bisnis.
4. Gang Yuan
(Gang Yuan/Foto: Huffington Post)
Berikutnya pengusaha di bidang properti dan perkebunan, Gang Yuan. Dia dibunuh dengan cara sadis di rumahnya di Vancouver, Kanada, pada Mei 2015.
Mulanya, polisi tak bisa mengenali identitas korban karena dimutilasi menjadi lebih dari 100 bagian. Namun berdasarkan pemeriksaan forensik, potongan tubuh itu diketahui merupakan Gang. Pria yang meninggal di usia 42 tahun itu menetap di Kanada sejak 2007.
Suami sepupunya, Li Zhao (58), kemudian dinyatakan sebagai pelaku pembunuhan tingkat dua. Motif pembunuhan adalah berusaha menguasai rumah Gang di sebuah distrik yang eksklusif.
Editor: Anton Suhartono