5 Orang Meninggal Setelah Mendapat Vaksin Flu di Korea Selatan
SEOUL, iNews.id - Lima orang di Korea Selatan (Korsel) meninggal dunia dalam sepekan terakhir setelah menjalani vaksin flu. Laporan ini meningkatkan kekhawatiran terkait keamanan vaksin yang diberikan untuk mencegah potensi kelebihan beban kesehatan akibat pandemi Covid-19.
Meski demikian otoritas kesehatan menyatakan tidak ada alasan mengaitkan kasus kematian tersebut dengan vaksin. Penyelidikan masih berlangsung, termasuk mengautopsi jenazah.
"Itu membuat kami sulit untuk mengeluarkan pernyataan kategori," kata Wakil Menteri Kesehatan Korsel, Kim Gang Lip, dikutip dari Reuters, Rabu (21/10/2020).
Di antara korban meninggal merupakan remaja laki-laki berusia 17 tahun serta pria berusia 70 tahunan. Program vaksin nasional yang digulirkan sejak beberapa pekan lalu pun dihentikan karena kekhawatiran akan keamanan.
Korea Selatan Ajukan RUU untuk Izinkan Praktik Aborsi
Para pejabat bulan lalu mengumumkan rencana penambahan 20 persen vaksin flu untuk musim dingin tahun ini dibandingkan 2019. Tujuannya untuk memastikan 30 juta warga mendapatkan vaksin guna mencegah kelebihan beban kesehatan akibat wabah flu, sementara negara masih terbebani dengan Covid-19.
Namun, dimulainya program vaksinasi gratis pertama untuk sekitar 19 juta orang ditangguhkan selama 3 pekan setelah ditemukan sekitar 5 juta dosis vaksin terpapar pada suhu kamar saat diangkut ke fasilitas medis. Vaksin itu seharusnya selalu disimpan di suhu dingin.
Gandeng Korsel, Vaksin Covid-19 Produksi Kalbe Farma Siap Uji Klinis Tahap Kedua
Vaksin flu untuk Korsel dipasok oleh produsen obat berbeda, termasuk LG Chem dan Boryung Biopharma.
Seorang remaja 17 tahun di Incheon, dekat Seoul, merupakan korban meninggal pertama yang tercatat oleh otoritas Korsel setelah menerima vaksin. Dia meninggal pada Jumat pekan lalu atau 2 hari setelah divaksin flu.
Sementara pria berusia 70 tahunan di Daegu yang menderita penyakit Parkinson dan aritmia merupakan korban terakhir. Dia meninggal pada Rabu atau sehari setelah mendapatkan vaksin.
Pejabat Daegu mengatakan, pria itu menjalani vaksiniasi flu sejak 2015 dan tak mengalami efek samping sebelumnya.
Sejauh ini 8,3 juta orang telah menjalani vaksinasi flu gratis sejak 13 Oktober. Dari jumlah itu sekitar 350 di antaranya mengalami reaksi. Jumlah kematian tertinggi terkait vaksinasi flu di Korsel terjadi pada 2005, yakni enam orang.
Editor: Anton Suhartono