Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Festival Kasih Nusantara 2025 Digelar Kemenag, Natal Bersama Jadi Simbol Harmoni
Advertisement . Scroll to see content

5 Tradisi Unik Natal di Dunia, Festival Cahaya hingga Berbagi Hadiah

Minggu, 24 Desember 2023 - 16:21:00 WIB
5 Tradisi Unik Natal di Dunia, Festival Cahaya hingga Berbagi Hadiah
Setiap negara mempunyai budaya unik dalam merayakan Natal (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Perayaan Hari Raya Natal mencerminkan tradisi yang beragam di seluruh dunia. Setiap budaya mempunyai tradisi unik dan meriah untuk merayakan Natal.

Natal dirayakan pada tanggal 25 Desember. Di Eropa, banyak negara merayakan Natal dengan tradisi yang kental, seperti dekorasi rumah, pohon Natal, dan pertukaran hadiah. Sementara itu, di Amerika Serikat, tradisi Natal sering kali melibatkan Santa Claus dan hiasan rumah dengan lampu cerah.

Selain aspek kebudayaan, Natal juga menjadi waktu untuk berkumpul dengan keluarga dan teman-teman. Tradisi pesta makan bersama, pertukaran kado, dan doa bersama sering kali menjadi bagian dari perayaan Natal di berbagai komunitas

Berikut ini lima tradisi Natal unik seperti dirangkum dari Mint, Minggu (24/12/2023)

1. Krampus (Austria dan Jerman):

Krampus merupakan budaya Natal yang terkenal di dunia (Foto: Reuters)
Krampus merupakan budaya Natal yang terkenal di dunia (Foto: Reuters)

Krampus adalah sosok berkepala tanduk yang diyakini menemani Santa Claus pada malam Natal. Ia digambarkan sebagai makhluk yang menyeramkan, dengan tanduk, kuku, dan lidah yang panjang. Krampus dikenal karena mendisiplinkan anak-anak nakal. Jika anak-anak nakal tidak berperilaku baik, Krampus akan menculik mereka dan membawa mereka ke dunia bawah.

Tradisi Krampus berasal dari Austria dan Jerman, tetapi juga dapat ditemukan di negara-negara lain di Eropa, seperti Kroasia, Slovenia, dan Italia. Pada malam Natal, orang-orang mengenakan kostum Krampus dan berkeliling desa untuk menakuti anak-anak. Tradisi ini dimaksudkan untuk memperingatkan anak-anak untuk berperilaku baik.

2. Festival Cahaya (Venezuela):

Di Caracas, Venezuela, merupakan tradisi untuk menutup jalan bagi mobil pada pagi Malam Natal agar orang-orang dapat bermain sepatu roda menuju gereja. Tradisi unik ini, dikenal sebagai festival cahaya telah menjadi perayaan Natal yang populer dan meriah. Jalanan dihiasi lampu warna-warni, dan orang-orang dari segala usia berkumpul untuk bermain sepatu roda bersama.

Festival Cahaya dimulai pada tahun 1996 dan telah menjadi salah satu acara Natal paling populer di Venezuela. Acara ini biasanya diadakan pada tanggal 24 Desember, tetapi terkadang dapat ditunda jika Natal jatuh pada hari Minggu.

3. The Yule Lads (Islandia):

Di Islandia, terdapat tradisi legenda yang melibatkan Yule Lads, makhluk nakal yang mengunjungi anak-anak selama 13 malam menjelang Natal. Setiap Yule Lad memiliki kepribadian yang berbeda dan dikenal suka berbuat nakal atau meninggalkan hadiah di sepatu yang ditinggalkan anak-anak.

Yule Lads pertama kali muncul dalam legenda Islandia pada abad ke-18. Ada 13 Yule Lads, masing-masing dengan nama dan karakteristiknya sendiri. Misalnya, Stekkjarstaur adalah Yule Lad yang suka meminum susu kuda, dan Kertasnakk adalah Yule Lad yang suka memakan kertas.

Pada malam Natal, anak-anak Islandia akan meninggalkan sepatu di luar rumah untuk Yule Lads. Yule Lads kemudian akan meninggalkan hadiah di sepatu untuk anak-anak yang berperilaku baik, atau batu bara untuk anak-anak yang nakal.

4. Legenda Kambing Gavle (Swedia):

Kambing Gavle merupakan perayaan unik di Swedia (Foto: Visit Gavle)
Kambing Gavle merupakan perayaan unik di Swedia (Foto: Visit Gavle)

Di Gavle, Swedia, setiap tahun didirikan kambing jerami raksasa di alun-alun kota sebagai dekorasi Natal. Namun, telah menjadi tradisi bagi warga setempat untuk mencoba membakar Kambing Gavle.

Tradisi membakar Kambing Gavle dimulai pada tahun 1966, ketika seorang pemuda bernama Erik Berglund mencoba membakar kambing jerami Natal yang berdiri di alun-alun kota. Berglund berhasil membakar kambing tersebut, dan aksinya menjadi berita nasional.

Sejak saat itu, orang-orang dari seluruh dunia datang ke Gavle untuk mencoba membakar Kambing Gavle. Kambing tersebut telah dibakar lebih dari 50 kali, tetapi selalu dibangun kembali.

5. Kallikantzaroi (Yunani):

Tradisi Yunani memperingatkan tentang Kallikantzaroi, makhluk goblin nakal yang diyakini muncul selama 12 hari Natal untuk membuat masalah. Kallikantzaroi digambarkan sebagai makhluk kecil, dengan kaki bercakar dan kepala botak. Mereka dikatakan hidup di bawah tanah dan keluar pada malam Natal untuk membuat kekacauan.

Kallikantzaroi dipercaya dapat menyebabkan berbagai macam masalah, seperti merusak rumah, mencuri makanan, dan bahkan menculik anak-anak. Untuk melindungi diri dari Kallikantzaroi, orang-orang Yunani biasanya akan menutup pintu dan jendela mereka pada malam Natal. Mereka juga akan meletakkan batu bata di atas tungku untuk mencegah Kallikantzaroi masuk.

Tradisi Kallikantzaroi telah ada di Yunani selama berabad-abad. Tradisi ini berfungsi sebagai peringatan bagi anak-anak untuk berperilaku baik selama Natal.

Editor: Muhammad Fida Ul Haq

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut