55 Orang di Nepal Tewas akibat Banjir, 10.000 Warga Kehilangan Rumah
KATHMANDU, iNews.id - Korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Nepal dalam tiga hari terakhir meningkat menjadi 55 orang. Saat ini puluhan lain dilaporkan hilang dan terluka.
Sebanyak 10.000 orang mengungsi dari rumah mereka saat hujan tak henti-hentinya mengguyur sebagian besar wilayah pegunungan Nepal.
Hujan lebat melanda sejak Kamis (11/7/2019), menenggelamkan sejumlah besar lahan, menggenangi rumah, dan menghancurkan jembatan dan jalanan di seluruh negeri.
Kementerian Dalam Negeri menyatakan, 55 orang dipastikan tewas dan 33 lainnya cedera. Ada 30 lain yang dilaporkan hilang.
Negara bagian Assam di timur laut India juga dilanda banjir yang disebabkan oleh muson. Sedikitnya 1,5 juta orang mengungsi dan 10 tewas.
Di wilayah Chittagong di Bangladesh, dilaporkan ada 10 kematian dan sekitar 500.000 orang terlantar akibat 200 desa diterjang banjir.
Di Nepal, juru bicara kabinet Gokul Banskota mengatakan, "Bencana menyebabkan kerugian besar bagi perekonomian."
"Pemerintah akan segera melakukan penilaian," ujar dia, seperti dilaporkan Reuters, Senin (15/7/2019).
Juru bicara Palang Merah Nepal, Dibya Raj Poudel, mengatakan para pengungsi ditampung di sekolah-sekolah dan gedung-gedung publik lainnya.
Tayangan dari saluran televisi menunjukkan, atap rumah terendam air banjir dan warga mengarungi air setinggi dada dengan barang-barang mereka di atas kepala.
Editor: Nathania Riris Michico