6 Sipir Diseret ke Meja Hijau usai Video Penyiksaan Napi di Penjara Bocor
TEHERAN, iNews.id – Sebanyak 6 sipir di Penjara Evin di Teheran, Iran, diseret ke meja hijau. Mereka diadili atas dugaan penyiksaan terhadap para narapidana alias napi di penjara tersebut.
Proses peradilan itu sebagai respons pihak berwenang setempat atas bocornya video yang menunjukkan para sipir menyiksa dan melecehkan para napi, kata juru bicara Kehakiman Iran, Zabihullah Khodaian.
Kantor berita ISNA melaporkan, ada enam orang yang diduga bertanggung jawab dalam kasus itu. Empat dari mereka akan diadili di pengadilan militer, sedangkan dua lagi bakal diadili oleh Pengadilan Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC).
Video pelecehan tersebut dibocorkan pada bulan lalu oleh kelompok peretas yang dikenal sebagai Edalat-e Ali. Rekaman visual itu tampaknya diambil dari kamera pengawas (CCTV) penjara. Beberapa adegannya menunjukkan para sipir memukuli sejumlah tahanan. Ada juga rekaman yang menayangkan penjaga penjara menyeret napi yang tidak sadar ke lantai.
Video itu menimbulkan kegemparan di antara para aktivis hak asasi manusia. Pejabat yang membawahi seluruh penjara di Iran, Mohammad Mehdi Hajmohammadi, mengaku bersalah dan meminta maaf atas insiden memalukan itu.
2 Napi Vonis Mati dan Seumur Hidup di Rutan Kebonwaru Bandung Dipindah ke Nusakambangan
“Mengenai gambar-gambar dari Penjara Evin, saya menerima tanggung jawab atas perilaku yang tidak dapat diterima seperti itu dan berjanji untuk mencoba mencegah terulangnya peristiwa pahit ini. Saya akan menangani secara serius dengan para pelaku kesalahan,” kata Hajmohammadi, seperti dikutip Alarabiyah, Rabu (1/9/2021).
Demi Makan Pizza, 2 Napi Sandera Sipir Pakai Pisau Silet
“Saya memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Esa, meminta maaf kepada pemimpin kita yang terkasih (Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei), Bangsa Iran, serta para sipir yang menjaga kehormatannya—yang usaha mereka tidak akan diabaikan karena kesalahan ini,” ucapnya.
Keberadaan Penjara Evin—yang sebagian besar diisi oleh para tahanan yang menghadapi tuduhan pelanggaran keamanan—telah lama dikritik oleh kelompok-kelompok HAM Barat. Penjara itu juga dimasukkan dalam daftar hitam oleh Pemerintah AS pada 2018 karena dianggap menjadi tempat praktik pelanggaran HAM yang serius.
Memalukan, Sipir Perempuan Ini Berhubungan Seks dengan Napi Disaksikan Narapidana Lain
Editor: Ahmad Islamy Jamil