Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : KRI Sriwijaya Resmi Jadi Kapal Induk Pertama Indonesia 
Advertisement . Scroll to see content

8 Tentara AS Kru Gugus Tempur USS Abraham Lincoln Berusaha Bunuh Diri Selama Perang Iran

Kamis, 24 September 2026 - 09:39:00 WIB
8 Tentara AS Kru Gugus Tempur USS Abraham Lincoln Berusaha Bunuh Diri Selama Perang Iran
Delapan personel AL AS, kru gugus tempur kapal induk USS Abraham Lincoln, berusaha bunuh diri selama misi perang Iran (Foto: US Navy)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Delapan personel Angkatan Laut Amerika Serikat (AS), kru kapal indukUSS Abraham Lincoln dan gugus tempurnya, dilaporkan berusaha bunuh diri selama menjalankan misi perang melawan Iran. 

Penjabat Menteri Angkatan Laut AS Hung Cao mengungkap angka tersebut dalam surat balasan untuk Senator Kirsten Gillibrand, membahas kondisi moral dan kesehatan mental para kru USS Abraham Lincoln. 

Surat juga mengulas kondisi yang dialami para kru beberapa kapal perang AS lain dalam satu grup gugus tempur.

Cao memastikan tidak ada personel militer yang berhasil mengakhiri hidup selama menjalankan tugas tersebut karena berhasil digagalkan.

“Sejak awal penempatan Lincoln, telah terjadi delapan upaya bunuh diri di seluruh gugus tempur,” tulis Cao dalam suratnya kepada politis Partai Demokrat yang juga anggota senior Komite Angkatan Bersenjata Senat AS.

Jumlah tersebut termasuk kru dan personel militer USS Abraham Lincoln, staf skuadron kapal destroyer, kapal destroyer pengawal, dan seluruh skuadron penerbangan.

Sebanyak enam kapal perang AS lain turut mendampingi dan mengawal USS Abraham Lincoln selama menjalankan misi.

Misi gugus tempur tersebut melibatkan 6.000 hingga 7.000 personel AL AS. Misi perang melawan Iran dijalankan USS Abraham Lincoln selama 6 bulan. 

Setelah menjalankan misi selama 286 hari di laut, USS Abraham Lincoln berlabuh di Pelabuhan Laem Chabang, Thailand, pada 2 September sebelum melanjutkan pelayaran pulang ke pangkalan beberapa hari kemudian.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut