81 Pesawat Militer AS Rusak dan Hancur Selama Perang Melawan Iran, Ini Daftarnya
WASHINGTON, iNews.id - Setidaknya 81 pesawat militerAmerika Serikat (AS), termasuk helikopter dan drone, dilaporkan hilang, hancur, atau mengalami kerusakan selama perang melawan Iran sejak 28 Februari 2026.
Data tersebut menunjukkan besarnya kerugian yang dialami militer AS selama operasi. Kerusakan dan kehilangan tidak hanya menimpa jet tempur, tetapi juga drone, pesawat tanker, pesawat peringatan dini, pesawat angkut khusus, hingga helikopter.
Laporan terbaru tersebut dirilis lembaga independen Congressional Research Service (CRS) dengan merujuk pada data Departemen Pertahanan AS (Pentagon), Komando Pusat AS (Centcom), temuan inspektur jenderal militer, serta laporan media massa.
Kerugian terbesar berasal dari armada drone. Sebanyak 45 unit MQ-9 Reaper dan tiga drone serbaguna MQ-1 dilaporkan ditembak jatuh selama operasi sejak perang dimulai.
Selain itu, satu unit MQ-4C Triton jatuh akibat kecelakaan penerbangan.
Kerugian juga dialami armada jet tempur AS. Sebanyak 12 F-15E Strike Eagle terdampak selama perang.
Dari jumlah tersebut, tiga F-15E hancur akibat insiden tembak-menembak oleh pasukan AS sendiri di langit Kuwait. Satu lainnya ditembak jatuh di wilayah Iran, sedangkan delapan pesawat mengalami kerusakan ringan akibat serangan rudal Iran terhadap Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania.
Serangan Iran juga menyebabkan satu F-35A Lightning II mengalami kerusakan.
Sementara itu, dua pesawat serang darat A-10 Thunderbolt II dilaporkan hilang atau mengalami kerusakan parah.
Daftar Pesawat AS yang Rusak dan Hancur
Berikut rincian kerugian berdasarkan kompilasi data tersebut:
1. 45 unit MQ-9 Reaper, ditembak jatuh.
2. 3 MQ-1, ditembak jatuh.
3. 1 MQ-4C Triton, jatuh akibat kecelakaan penerbangan.
4. 12 F-15E Strike Eagle, tiga hancur akibat tembakan kawan di Kuwait, satu ditembak jatuh di Iran, dan delapan rusak akibat serangan rudal.
5. 1 F-35A Lightning II, mengalami kerusakan akibat serangan Iran.
6. 2 A-10 Thunderbolt II, hilang atau mengalami kerusakan parah.
7. 7 KC-135 Stratotanker terdampak, termasuk satu kecelakaan fatal di Irak yang menewaskan enam kru. Lima lainnya yang ditempatkan di Arab Saudi rusak.
8. 1 E-3 Sentry, terkena serangan rudal.
9. 2 MC-130J, dihancurkan secara sengaja dalam misi penyelamatan di wilayah Iran.
10. 7 helikopter militer, termasuk AH-64 Apache dan AH-6 Little Bird, hilang atau rusak.
Data tersebut memperlihatkan bahwa kerugian AS tersebar pada berbagai jenis pesawat, mulai dari platform pengintaian tanpa awak hingga jet tempur dan pesawat pendukung operasi.
Besarnya kerugian tersebut juga muncul ketika biaya perang AS melawan Iran terus melonjak.
Laporan Inspektur Jenderal Utama pada September memperkirakan total biaya operasi telah mencapai 33,4 miliar dolar AS hingga akhir Juni 2026. Angka tersebut mencakup sekitar 3,7 miliar dolar AS akibat peralatan militer yang hancur.
Kantor Anggaran Kongres AS (CBO) juga memproyeksikan biaya untuk mengganti perangkat keras militer yang hilang atau rusak mencapai 3,3 miliar dolar AS.
Dengan demikian, kerugian perang bukan hanya terlihat dari jumlah pesawat yang hilang atau rusak. Washington juga menghadapi konsekuensi finansial besar untuk memperbaiki maupun mengganti berbagai aset militer yang terdampak selama operasi melawan Iran.
Editor: Anton Suhartono