Abaikan Seruan Internasional, Netanyahu Ngotot Akan Gempur Rafah
TEL AVIV, iNews.id - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tak peduli dengan seruan internasional untuk membatalkan rencana serangan darat ke Rafah, Jalur Gaza, Palestina. Dia mengotot akan mengerahkan pasukan ke kantong pengungsi itu.
Penegasan itu disampaikan Netanyahu setelah negosiasi gencatan senjata terbaru yang digelar di Mesir gagal mencapai kesepakatan pada Rabu kemarin.
Dia mengklaim telah membuka jalan bagi pengungsi atau warga sipil untuk meninggalkan Rafah. Meski demikian Netanyahu tak menyebutkan kemana para pengungsi bisa pergi mengingat Rafah merupakan perlindungan terakhir bagi pengungsi Gaza.
Kota di perbatasan Mesir itu kini disesaki sekitar 1,4 juta pengungsi yang pindah dari wilayah utara dan tengah. Serangan Israel ke kota
tersebut bisa menimbulkan jatuhnya banyak korban jiwa.
Afsel Pertanyakan Kenapa ICC Tak Perintahkan Tangkap Netanyahu karena Bantai Warga Gaza
Netanyahu tak menyebutkan kapan operasi serangan darat akan dimulai.
“Kami akan berperang sampai meraih kemenangan penuh dan ini termasuk tindakan yang tegas di Rafah, setelah kami mengizinkan penduduk sipil meninggalkan zona pertempuran,” kata Netanyahu, dalam pernyataan di Telegram, seperti dilaporkan kembali Reuters.
Netanyahu Akan Teruskan Perang, meski Pengadilan Dunia Minta Israel Cegah Genosida di Gaza
Sementara itu kerabat para sandera memblokir markas Kementerian Pertahanan Israel sebagai protes atas keputusan memalukan negaranya karena tidak mengirim juru runding ke Mesir.
Tindakan tersebut diniali sama saja dengan menghukum mati 134 sandera di terowongan Hamas.
Seruan agar Israel membatalkan serangan ke Rafah datang dari negara-negara Arab, Turki, Afrika Selatan, sampai negara-negara Eropa seperti Prancis dan Jerman. Spanyol dan Irlandia bahkan mendesak Komisi Eropa untuk mengevaluasi kembali hubungan dengan Israel.
Editor: Anton Suhartono