Abaikan Trump, Para Pejabat Israel Serukan Pendudukan Gaza secara Permanen
TEL AVIV, iNews.id - Para pejabat senior Israel secara terbuka mendukung penjajahan permanen atas Jalur Gaza. Mereka juga menentang rencana yang didukung Amerika Serikat (AS) yang menentang kehadiran militer Israel atau pencaplokan wilayah tersebut.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi di parlemen Knesset bertajuk “Gaza-Hari Kemudian”, Senin (12/1/2026).
Menteri Kehakiman Israel Yariv Levin mengatakan, pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu harus mempertahankan kendali atas Gaza sebagai bagian dari klaim teritorial yang lebih luas.
“Kita harus hadir di Gaza dan seluruh Tanah Israel. Ini, pertama dan terutama, adalah negara kita,” kata Levin, seperti dilaporkan stasiun televisi Channel 7.
Juga berbicara konferensi yang juga anggota parlemen sayap kanan Israel, Simcha Rothman, mengatakan negara Yahudi harus mempertahankan otoritas penuh atas Gaza.
“Israel harus tetap mengendalikan Jalur Gaza,” kata Rothman.
Menurut laporan Channel 7, diskusi dalam konferensi tersebut berfokus pada proposal termasuk kontrol keamanan Israel yang berkelanjutan, pelucutan senjata Hamas, serta langkah-langkah bertujuan untuk mendorong pengusiran paksa warga Palestina dari wilayah tersebut.
Ironisnya, pernyataan tersebut disampaikan meski pemerintahan Netanyahu menyetujui rencana perdamaian Gaza yang diumumkan Presiden AS Donald Trump. Salah satu poin dari perjanjian itu Israel tidak boleh menduduki atau mencaplok Gaza.
Trump meluncurkan proposal tersebut pada akhir September sebagai bagian dari inisiatif lebih luas untuk mengakhiri perang di Gaza. Rencana tersebut mencakup gencatan senjata, pertukaran sandera Israen dan tawanan Palestina, pelucutan senjata Hamas, penarikan pasukan Israel dari Gaza, pembentukan pemerintahan teknokrat, serta pengerahan pasukan stabilisasi internasional ISF.
Editor: Anton Suhartono