Afghanistan Konfirmasi 25 Orang Tewas dalam Penyerangan Kuil Sikh-Hindu di Kabul

Ahmad Islamy Jamil ยท Kamis, 26 Maret 2020 - 12:16 WIB
Afghanistan Konfirmasi 25 Orang Tewas dalam Penyerangan Kuil Sikh-Hindu di Kabul

Kondisi bagian dalam kuil Sikh-Hindu yang diserang kelompok bersenjata di Kabul, Afghanistan, Rabu (25/3/2020). (Foto: AFP)

KABUL, iNews.id – Sedikitnya 25 orang dilaporkan tewas dalam serangan terhadap kuil Sikh-Hindu di Ibu Kota Afghanistan, Kabul, Rabu (25/3/2020). Kelompok ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang berlangsung di saat jemaat Sikh menggelar sembahyang pagi di kuil itu, kemarin.

Insiden itu terjadi hanya beberapa jam sebelum Dewan Keamanan Nasional Afghanistan mengumumkan bahwa Taliban dan pejabat pemerintah akan mengadakan pertemuan bersejarah secara tatap muka mengenai pertukaran tahanan. Taliban membantah terlibat dalam serangan terbaru itu.

Salah satu saksi, Raju Singh Sonny mengatakan, seorang pria berseragam polisi menyerbu kuil Skih di Kabul, menembak seorang penjaga dan mulai menyerang jamaah di aula utama. “Beberapa penyerang lain juga memasuki kuil, mereka bergerak dari satu ke lain ke lain ruang dalam bangunan itu untuk menembaki orang-orang,” kata Sonny dikutip AFP, Kamis (26/3/2020).

Menurut perkiraan, jumlah penganut agama Sikh dan Hindu yang tinggal di Afghanistan hanya ribuan jiwa. Dalam insiden kemarin, ada satu penyerang yang kemudian ditembak mati oleh pasukan keamanan dalam operasi pembersihan yang berlangsung selama berjam-jam.

Anggota parlemen Afghanistan dari kelompok Sikh, Anarkali Kaur Honaryar mengatakan, sekitar 150 orang berada di dalam kuil itu saat penyerangan terjadi. “Beberapa orang di dalam kuil bersembunyi dan mematikan telepon seluler mereka (agar tempat persembunyian mereka tidak ketahuan oleh penyerang),” ungkap Honaryar.

Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Tariq Arian mengatakan, 25 warga sipil tewas dan delapan lainnya luka-luka dalam serangan itu. Sementara, ada 80 nyawa yang berhasil diselamatkan. Gambar-gambar yang diunggah daring menunjukkan beberapa mayat dan juga orang-orang ketakutan—yang penampilannya seperti orang Sikh—sedang berlarian dari tempat kejadian.

Editor : Ahmad Islamy Jamil