Akankah Duterte Bersaing dengan Putrinya Memperebutkan Jabatan Wakil Presiden Filipina?
MANILA, iNews.id - Hari ini merupakan batas waktu pendaftaran pemilihan umum (pemilu) Filipina, baik pemilihan presiden (pilpres) maupun pemilihan wakil presiden (pilwapres). Presiden Rodrigo Dutere kemungkinan akan mendaftar sebagai calon wakil presiden (cawapres) pada menit-menit akhir pendaftaran, Senin (15/11/2021) malam. Jika benar, Duterte akan bersaing dengan putrinya, Sara Duterte Carpio.
Duterte tak bisa mencalonkan lagi sebagai capres karena aturan di Filipina seorang presiden hanya boleh menjabat satu periode untuk masa jabatan 6 tahun.
Sejauh ini Duterte belum mengumumkan apakah akan maju atau tidak. Dia memang pernah mengatakan akan pensiun dari politik. Namun juru bicara, Harry Roque, mengatakan Duterte akan memberikan pengumuman rencana pencalonannya di kantor komisi pemilihan umum hari ini.
Kepala tim komunikasi pada Sabtu lalu mengatakan, Duterte berencana mendaftar sebagai calwapres menantang putrinya, Sara.
Pencalonan diri Sara sebagai cawapres juga mengejutkan. Padahal perempuan 43 tahun itu merupakan kandidat kuat untuk pilpres, sebagaimana hasil beberapa jajak pendapat nasional.
Puluhan pendukung Sara, mengenakan kaus hijau, berkumpul di luar kantor komisi pemungutan suara pada Senin untuk mendesaknya menarik pencalonan sebagai cawapres lalu mendaftar kembali sebagai capres.
Diperkirakan Sara akan maju bersama capres Ferdinand Marcos Jr, meskipun pilpres dan pilwapres digelar terpisah. Sementara Duterte, jika jadi mencalonkan diri sebafai cawapres, akan bersama orang dekatnya, Christopher 'Bong' Go.
Setiap kandidat memiliki waktu hingga pukul 0900 GMT untuk menarik atau mengganti posisi dengan cara substitusi.
Negara berpenduduk 110 juta jiwa itu akan menggelar pemilu serentak untuk posisi presiden, gubernur, wali kota, dan pejabat lokal, pada Mei 2022. Pemerintahan berikutnya menghadapi tugas berat untuk menghidupkan kembali perekonomian yang diterpa badai pandemi Covid-19.
Editor: Anton Suhartono