Aktivis Global Sumud Flotilla yang Ditangkap Israel Mulai Mogok Makan
BRUSSEL, iNews.id - Beberapa aktivis armada kemanusiaan untuk Gaza, Global Sumud Flotilla (GSF), yang ditangkap pasukan Israel melakukan aksi mogok makan di tahanan. Mereka adalah para aktivis dari Prancis dan Belgia yang belum dibebaskan.
Para aktivis tersebut memprotes kesewanang-wenangan militer Zionis yang menangkap mereka secara tidak sah di perairan internasional serta memburuknya situasi kemanusiaan di Gaza.
Alma Dufour, politikus partai La France Insoumise (LFI), mengatakan beberapa rekannya, yakni Marie Mesmeur, Francois Piquemal, dan Emma Fourreau, ditahan secara ilegal oleh Israel.
"Mereka telah memulai aksi mogok makan untuk menuntut pembebasan kru flotilla yang diculik serta diakhirinya genosida di Gaza," kata Dufour, di media sosial X, dikutip Selasa (6/10/2025).
Dufour mendesak Presiden Prancis Emmanuel Macron serta Menteri Luar Negeri (Menlu) Jean Noel Barrot untuk melalukan upaya guna membantu para aktivis yang ditahan.
Flotilla Belgium menyatakan, Alexis Deswaef, wakil presiden Federasi Internasional untuk Hak Asasi Manusia (FIDH) serta Latifa Gharbaoui, aktivis yang berbasis di Brussel, juga telah memulai aksi mogok makan setelah ditangkap pasukan Israel.
Deswaef dan Gharbaoui termasuk di antara tujuh warga Belgia yang ikut serta dalam armada kemanusiaan GSF.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Belgia menyatakan pihaknya memantau perkembangan situasi secara saksama.
"Duta Besar kami bertemu langsung dengan para peserta armada Belgia, khususnya untuk memastikan keselamatan dan kesehatan mereka. Otoritas Israel akan mendeportasi mereka," bunyi pernyataan.
Angkatan Laut Israel menyerbu 40 lebih kapal GSF pada Rabu hingga Jumat pekan lalu. Mereka menangkap lebih dari 500 aktivis dari sekitar 50 negara. Dari jumlah itu aktivis yang sudah dibebaskan hingga Senin (6/10/2025) sebanyak 341 orang dari total 470 lebih.
GSF memulai pelayaran menuju Gaza sejak Agustus lalu untuk menembus blokade Israel. Mereka membawa bantuan kemanusiaan, yakni makanan, air bersih, dan peralatan medis.
Editor: Anton Suhartono