Akui Proposal Gencatan Gaza Trump Banyak Celah, Mesir Hati-Hati Bicara dengan Hamas
PARIS, iNews.id - Mesir mengakui banyak lubang dari proposal gencatan senjata Gaza yang diusulkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Namun sebagai mediator bersama Qatar, Mesir akan berupaya menutup lubang itu dan meyakinkan Hamas untuk menerima proposal damai Trump.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Mesir Badr Abdelatty mengatakan, ada banyak celah dari 20 poin rencana perdamaian Gaza Trump yang harus ditutup.
"(Mesir) berkoordinasi dengan saudara-saudara kami di Qatar serta dengan rekan-rekan kami di Turki untuk meyakinkan Hamas agar menanggapi proposal ini secara positif. Ada banyak celah yang perlu ditutup," kata Abdelatty, kepada stasiun televisi pemerintah Al Qahera News.
Dia menambahkan perlu diskusi lebih lanjut mengenai implementasi proposal tersebut, terutama mengenai tata kelola dan pengaturan keamanan di Jalur Gaza selama masa transisi.
Hamas Sebut Tony Blair Seharusnya Diseret ke Pengadilan Internasional, Bukan Pimpin Gaza
"Kami sangat berhati-hati dan sedang berbicara dengan Hamas untuk menilai reaksi mereka terhadap proposal ini. Jika ada kemauan politik, saya yakin rencana Gaza ini bisa diimplementasikan di lapangan, tapi memerlukan partisipasi," kata Abdelatty.
Dia juga memperingatkan, penolakan Hamas terhadap proposal tersebut akan membuat situasi di kawasan sangat sulit dan meningkatkan eskalasi.
Hamas Tolak Mentah-Mentah Usulan Eks PM Inggris Tony Blair Pimpin Gaza
Terpisah, Perdana Menteri Mesir Mostafa Madbouly mengatakan proposal gencatan senjata Trump mencakup prinsip-prinsip yang sejalan dengan skap Mesir.
Di antara prinsip tersebut tidak ada pengungsian warga Palestina, tidak ada pecaplokan Gaza dan Tepi Barat, gencatan senjata penuh, pembebasan pertukarang tahanan, dan rekonstruksi Gaza.
"Tantangannya terletak pada detail rencana tersebut," ujarnya.
Editor: Anton Suhartono