Al-Azhar: Charlie Hebdo Menanamkan Kebencian dan Mengobarkan Emosi Umat

Ahmad Islamy Jamil ยท Jumat, 04 September 2020 - 00:07 WIB
Al-Azhar: Charlie Hebdo Menanamkan Kebencian dan Mengobarkan Emosi Umat

Seorang pria memegang majalah Charlie Hebdo (ilustrasi). (Foto: AFP)

KAIRO, iNews.id – Otoritas tertinggi Islam di Mesir, al-Azhar, mengutuk keputusan majalah satire Prancis, Charlie Hebdo, untuk mencetak ulang kartun Nabi Muhammad. Tindakan redaksi majalah itu dinilai tak lebih dari untuk menyebarkan rasa permusuhan di kalangan umat Islam.

“Desakan tindakan kriminal untuk menerbitkan ulang kartun ofensif ini menanamkan ujaran kebencian lebih lanjut dan mengobarkan emosi para pengikut agama yang taat,” ungkap Observatorium al-Azhar untuk Memerangi Ekstremisme, lewat unggahan di halaman Facebook-nya, dikutip AFP, Kamis (3/9/2020).

Al-Azhar, menyatakan, keputusan kontroversial Charlie Hebdo untuk mencetak ulang karikatur Nabi Muhammad itu adalah provokasi yang tidak dapat dibenarkan oleh emosi hampir 2 miliar Muslim di seluruh dunia. Menurut institusi yang juga dianggap sebagai lembaga keagamaan terpenting bagi umat Islam secara global itu, penggambaran Nabi Muhammad adalah sebuah bentuk penistaan.

Majalah mingguan Charlie Hebdo menuai kontroversi lantaran menerbitkan kartun Nabi Muhammad pada 2006, 2011, dan 2012. Pada 2015, kantor redaksi majalah itu di Kota Paris diserang oleh teroris yang menyebabkan tewasnya 12 orang, termasuk beberapa kartunis terkenal Prancis.

Kini, Charlie Hebdo kembali membuat ulah dengan keputusannya untuk menerbitkan ulang kartun Nabi Muhammad. Pihak majalah itu menyatakan, penerbitan ulang kartun Nabi Muhammad untuk menandai dimulainya persidangan kasus terorisme 2015 pada pekan ini.

Editor : Ahmad Islamy Jamil