Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pemimpin Hizbullah Naim Qassem Tuduh Pejabat Lebanon Budak Israel, Kenapa?
Advertisement . Scroll to see content

Alasan Negara Amerika Latin Dukung Palestina ketimbang Israel, bahkan Putuskan Hubungan?

Jumat, 03 November 2023 - 14:43:00 WIB
Alasan Negara Amerika Latin Dukung Palestina ketimbang Israel, bahkan Putuskan Hubungan?
Satu per satu negara Amerika Latin bersikap tegas kepada Israel terkait serangan ke Gaza, bahkan Bolivia memutuskan hubungan diplomatik (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

GAZA, iNews.id - Satu per satu negara Amerika Latin bersikap tegas kepada Israel terkait serangan brutal ke Jalur Gaza. Bahkan pekan ini Bolivia berani memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel.

Dua negara Amerika Latin lainnya yakni Cile dan Kolombia memanggil duta besarnya dari Israel untuk berkonsultasi. Negara lain mendesak gencatan senjata segera di Gaza.

"(Bolivia) Memutuskan untuk menghentikan hubungan diplomatik dengan negara Israel sebagai penolakan dan kecaman atas serangan militer Israel yang agresif dan tidak proporsional di Jalur Gaza,” kata Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Bolivia Freddy Mamani, pada Selasa lalu, dikutip dari Al Jazeera.

Sebagai respons, keesokan harinya, Israel menuduh Bolivia mendukung terorisme serta rezim Ayatollah di Iran di balik keputusan tersebut.

Keputusan Bolivia itu mendapat sambutan hangat dari Hamas, kelompok perlawanan Palestina yang menguasai Gaza. Hamas juga mendesak negara-negara Arab yang telah menormalisasi hubungan dengan Israel untuk melakukan hal yang sama dengan Bolivia. Empat negara Arab menormalisasi hubungan dengan Israel sejak 2020, yakni Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan, dan Maroko.

Lantas mengapa banyak negara Amerika Latin mendukung Palestina?

Di lihat dari latar belakangnya, negara-negara berhaluan kiri di Amerika Latin cenderung bersimpati dengan perjuangan Palestina, sementara negara-negara beraliran kanan mengikuti jejak AS. Sikap yang sama juga diambil Rusia, China, Korea Utara, serta negara-negara lain yang berseberangan dengan pandangan Barat.  

Selain itu banyak warga keturunan Palestina yang bermukim di Amerika Latin sejak pengusiran besar-besaran pada 1948. Peristiwa Nakba menyebabkan jutaan warga Palestina terusir dari kampung halamannya karena menolak tunduk di bawah Israel. Banyak dari mereka yang mengungsi ke Yordania, Lebanon, Suriah, serta Jalur Gaza.

Presiden Cile Gabriel Boric, saat mengumumkan penarikan dubes Jorge Carvajal dari Israel, menuduh negara Yahudi itu melakukan pelanggaran hukum humaniter internasional yang tidak dapat diterima. Israel, kata Boric, mengikuti kebijakan hukuman kolektif terhadap rakyat Gaza.

Cile merupakan negara yang menampung warga keturunan Palestina terbesar di luar dunia Arab.

Presiden Kolombia Gustavo Petro, dalam pernyataan di X, menulis serangan Israel di Gaza merupakan pembantaian rakyat Palestina.

Negara-negara Amerika Latin lain, termasuk Meksiko dan Brasil, mendesakn gencatan senjata segera.

Bolivia pernah memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel pada 2009, juga sebagai bentuk protes atas serangan Israel ke Gaza.
Hubungan kedua negara baru pulih pada 2020 lalu.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut