Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Respons BNPB soal Viral Penjarahan Minimarket di Sibolga: Tidak Bersifat Menjarah atau Merusak
Advertisement . Scroll to see content

Anak 2 Tahun Selamat dari Kebakaran usai Dilempar Ibu dari Gedung Tinggi

Kamis, 15 Juli 2021 - 07:16:00 WIB
Anak 2 Tahun Selamat dari Kebakaran usai Dilempar Ibu dari Gedung Tinggi
Seorang anak usia 2 tahun dilempar ibunya dari gedung tinggi saat kerusuhan dan kebakaran gedung di Kota Durban. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

JOHANNESBURG, iNews.id - Seorang anak usia dua tahun selamat setelah ibu melemparkannya dari gedung tinggi saat kerusuhan dan kebakaran di Kota Durban, Afrika Selatan. Anak itu dilempar dari gedung dan segera ditangkap oleh banyak orang di tepi jalan. 

Sang ibu, Naledi Manyoni (26) mengatakan, dia dan putrinya tengah berada di lantai 16 sebuah gedung pada Selasa (13/7/2021). Saat itu, diluar tengah terjadi demonstrasi disertai pembakaran dan penjarahan

Manyoni dan anaknya sempat menuruni tangga. Mereka lalu menuju langkan yang berada di atas jalan. Dia berniat melempar putrinya agar selamat. 

"Setelah melemparnya, saya kaget, tapi mereka menangkapnya," katanya. 

Dia bersyukur putrinya selamat tanpa cidera berkat bantuan para warga.

Dilansir dari Reuters, massa berdiri di jalanan Kota Durban dalam aksi protes atas penahanan mantan Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma. Tak lama, massa malah membakar dan menjarah toko yang ada. 

Protes dimulai pada Kamis (8/7/2021) di KwaZulu-Natal. Selanjutnya menyebar ke Johannesburg pada Sabtu (10/7/2021). Pada Senin (12/7/2021), kekerasan juga kembali terjadi di KwaZulu-Natal namun disertai penjarahan. 

Para pengunjuk rasa terlihat melarikan diri dengan barang-barang jarahan. Di antaranya elektronik, makanan, dan bahkan kasur. Beberapa terlihat melemparkan batu ke arah polisi, yang dibalas dengan peluru karet dan granat kejut.  

Aksi protes ini dipicu penahanan mantan presiden Jacob Zuma pada Rabu (7/7/2021). Dia ditahan karena penghinaan terhadap pengadilan di KwaZulu-Natal.

Editor: Umaya Khusniah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut