Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pesawat Bawa Kepala Staf Angkatan Bersenjata Libya Jatuh di Turki, Semua Penumpang Tewas
Advertisement . Scroll to see content

Analis Sebut Kecepatan Lion Air JT 610 1.000 Km/Jam Sebelum Hantam Air

Minggu, 04 November 2018 - 06:29:00 WIB
Analis Sebut Kecepatan Lion Air JT 610 1.000 Km/Jam Sebelum Hantam Air
Roda pesawat Lion Air JT 610 diangkat dari laut (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Ahli penerbangan asal Amerika Serikat (AS) menyebut kecepatan pesawat Lion Air JT 610 sekitar 1.000 kilometer per jam sebelum menghantam laut.

Kalkulasi kecepatan itu diolah berdasarkan data yang disajikan situs pelacak penerbangan pesawat internasional, FlightRadar24.

Disebutkan pula, pesawat Boeing 737 Max 8 itu menghantam laut dengan posisi kepala menyentuh air terlebih dulu. Kemiringan posisi hidungnya 45 derajat di bawah cakrawala.

Namun data kecepatan itu masih harus dikonfirmasi dengan hasil data rekaman penerbangan di black box. Sementara itu data yang didapat FlightRadar24 didasarkan atas transmisi radio dari pesawat.

(Data jatuhnya pesawat Lion Air JT 610/FlightRadar24)

Perkirakaan kecepatan itu pertama kali disampaikan Scott Dunham, mantan penyelidik Badan Nasional Keselamatan Transportasi AS (NTSB), dikutip dari Bloomberg, Sabtu (3/11/2018).

Pria yang terlibat dalam penyelidikan kecelakaan pesawat luar angkasa Columbia pada 2003 itu mengombinasikan jarak yang ditempuh pesawat secara horizontal dan vertikal, sehingga keluar perkiraan kecepatan JT 610.

Analis lain, John Hansman, memperkirakan kecepatan pesawat mencapai 870 km/jam sebelum hilang dari sistem pelacakan FlightRadar24.

Profesor aeronautika dan astronotika Massachusetts Institute of Technology itu menjelaskan metode berbeda dengan Dunham.

Menurut dia, penurunan kecepatan pada pesawat membuat barang dan penumpang menjadi seperti tak berbobot bahkan dalam gravitasi di bawah nol. Menurut dia hal ini bisa mengungkap fakta baru saat-saat terakhir kecelakaan terjadi. Namun dia tidak membeberkan jawaban jelas mengapa pesawat bisa jatuh.

"Mereka hanya menyelam ke laut," kata Hansman.

Analis ketiga, ahli teknik mesin dan penerbangan University of California Berkeley, Jasenka Rakas, mengungkap tiga perkiraan kecepatan pesawat, yakni 940, 586, dan 1.018 km/jam.

Sementara itu, FlightRadar24 mengungkap bahwa kecepatan pesawat yang mengangkut 189 orang itu sempat turun menjadi 560 km/jam.

Dunham, Hansman, dan Rakas memperingatkan bahwa angka itu hanya berdasarkan perkiraan mereka, bukan hasil pasti.

Namun, kecepatan yang disampaikan itu konsisten dengan apa yang terjadi ketika pesawat Boeing 737 Max 8 jatuh dengan posisi agak menukik. Bobot pada hidung akan membuat laju pesawat semakin cepat.

"Jika hidungnya cukup berat dan mesin menyala, itu akan menyebabkan kecepatan bertambah," kata Dunham.

Mereka juga mengacu pada kondisi puing pesawat yang hancur berantakan di laut. Ini mengindikasikan bahwa benturan antara pesawat dengan air sangat kuat.

Data yang disajikan FlightRadar24 termasuk posisi berdasarkan GPS, ketinggian, waktu, dan kecepatan saat pesawat terbang pada posisi horizontal di permukan Bumi. Dari situ diketahui, 1,6 detik sebelum hilang dari radar, ketinggian pesawat mencapai 425 kaki atau sekitar 141 meter di atas air atau kehilangan ketinggian sejauh 1.025 kaki.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut