Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Cemburu, Suami Bakar Istri hingga Tewas di Hadapan Anak-Anak
Advertisement . Scroll to see content

Aneh, di Kepala Pria India Ini Tumbuh Tanduk 10 Cm

Kamis, 19 September 2019 - 16:55:00 WIB
Aneh, di Kepala Pria India Ini Tumbuh Tanduk 10 Cm
Kepala Shyam Lal Yadav tumbuh tanduk (Foto: SWNS)
Advertisement . Scroll to see content

NEW DELHI, iNews.id - Petani di India bernama Shyam Lal Yadav (74) mengalami kejadian aneh, di bagian tengah kepalanya tumbuh setinggi 10 sentimeter. Tanduk muncul setelah Yadav mengalami luka di kepala akibat kecelakaan pada 2014.

Pria asal Rahli, Negara Bagian Madhya Pradesh, itu mulanya tak menghiraukan benjolan di atas keningnya. Namun kelamaan benjolan tersebut keluar dan tumbuh memanjang.

Setelah tanduk tumbuh agresif, Yadav baru mendatangi dokter untuk mendapatkan bantuan medis. Hasil pemeriksaan dokter mengungkap, tanduk itu terbuat dari keratin, protein yang berfungsi menumbuhkan kuku dan rambut manusia.

(Kepala Shyam Lal Yadav tumbuh tanduk/SWNS)

Operasi untuk mengangkat tanduk pun dilakukan di Rumah Sakit Tirth Bhagyoday di Kota Sagar.

Dokter yang menangani Yadav, Vishal Gajbhiye, mengatakan, pada awalnya tanduk itu diabaikan pasien karena merasa tak terganggu.

"Awalnya, dia mengabaikan karena tidak merasa terganggu. Selain itu tanduk bisa dipotong dengan bantuan tukang cukur.
Tapi, ketika benjolan semakin mengeras dan tumbuh agresif, dia mendatangi rumah sakit di Sagar," kata Gajbhiye, dikutip dari MailOnline, Kamis (19/9/2019).

Dia menambahkan, keratin merupakan protein yang sebenarnya bisa dihilangkan menggunakan pisau steril. Namun dia akan terus tumbuh jika akarnya tak diangkat, sama seperti kuku dan rambut.

Yadav harus menghabiskan waktu 10 hari di rumah sakit untuk pemulihan pascaoperasi dan biopsi. Posisi tanduk itu berada di atas tengkorak sehingga cukup berisiko. Selain itu pasien harus melalui beberapa tahapan untuk memperbaiki kulit kepala bekas tempat tanduk tumbuh.

"Perawatan bervariasi, mencakup pembedahan, terapi radiasi, dan kemoterapi. Setelah dicabut, kulit dicangkokkan pada luka yang sekarang sudah sembuh total," ujarnya.

Mengenai penyebab tumbuhnya tanduk, Gajbhiye belum mengetahui. Namun dia yakin bahwa paparan radiasi sinar matahari bisa memicu kondisi tersebut.

Rincian kasus medis yang sangat langka ini telah dikirim ke International Journal of Surgery.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut