Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Agrinas: Impor 105.000 Pikap dari India Hemat Anggaran Rp46,5 Triliun
Advertisement . Scroll to see content

Aneh, Pria Ini Gugat Orangtua karena Melahirkannya Tanpa Persetujuan

Kamis, 07 Februari 2019 - 18:11:00 WIB
Aneh, Pria Ini Gugat Orangtua karena Melahirkannya Tanpa Persetujuan
Raphael Samuel menggunakan jenggot palsu (Foto: Facebook)
Advertisement . Scroll to see content

NEW DELHI, iNews.id - Ada kasus aneh di India. Seorang pria 27 tahun berencana menggugat ibu dan ayah kandung karena melahirkannya tanpa persetujuan.

Pria pengusaha asal Mumbai bernama Raphael Samuel itu beralasan, dia mengalami penderitaan yang panjang karena telah dilahirkan ke dunia.

Anehnya, Samuel mengakui bahwa orangtua memang tak bisa meminta persetujuan kepadanya untuk tidak dilahirkan. Namun dia menegaskan, dirinya merasa tak ingin lahir ke dunia.

"Jadi, karena kami tidak meminta untuk dilahirkan, kami harus mendapat bayaran selama sisa hidup ini," ujarnya, dikutip dari BBC, Kamis (7/2/2019).

Meski demikian, Samuel mengklaim hubungannya dengan orangtua, keduanya berprofesi sebagai pengacara, masih berjalan baik. Bahkan mereka sering bercanda.

Sementara itu, ibu Samuel, Kavita Karnad, menjelaskan, anaknya sedang mengalami pergolakan hidup. Namun terlepas dari alasan gugatan, Karnad mengagumi keberanian anaknya itu.

"Saya harus mengagumi keberanian putra saya yang ingin menyeret orangtuanya ke pengadilan. Apalagi, (dia) mengetahui kami berdua merupakan pengacara. Jika Raphael dapat memberikan penjelasan yang rasional tentang bagaimana kami bisa meminta persetujuannya untuk dilahirkan, saya siap menerima kesalahan ini," ujarnya.

Keyakinan Samuel berakar pada apa yang disebut dengan anti-natalisme, sebuah filosofi yang berpendapat bahwa kehidupan ini penuh dengan kesengsaraan, sehingga orang-orang harus segera berhenti memiliki anak.

Menurut dia, dengan berpandangan seperti itu, populasi manusia di Bumi secara bertahap akan terhapus dan kondisi tersebut akan jauh lebih baik bagi planet.

"Tidak ada gunanya bagi manusia. Begitu banyak orang menderita. Jika manusia punah, Bumi dan hewan akan lebih bahagia. Mereka pasti akan lebih baik. Selain itu, tidak ada manusia yang akan menderita. Keberadaan manusia sama sekali tidak ada gunanya," tutur Samuel.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut