Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dirawat Sebulan di RS, Mahathir Mohamad Diperbolehkan Pulang 2 Hari
Advertisement . Scroll to see content

Anwar Ibrahim Sebut Akan Gantikan Mahathir sebagai PM Malaysia pada 2020

Rabu, 18 September 2019 - 11:47:00 WIB
Anwar Ibrahim Sebut Akan Gantikan Mahathir sebagai PM Malaysia pada 2020
Anwar Ibrahim (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

KUALA LUMPUR, iNews.id - Waktu penyerahan jabatan perdana menteri Malaysia dari Mahathir Mohamad ke Anwar Ibrahim masih tanda tanya. Belum ada yang bisa memastikan, baik Mahathir maupun Anwar, mengenai waktu pastinya.

Sebelumnya Mahathir mengatakan kemungkinan akan menyerahkan jabatan kepada mantan seterunya itu dalam 2-3 tahun sejak menjabat. Mahathir dilantik menjadi PM Malaysia pada Mei 2018 setelah koalisi Pakatan Harapan menyingkirkan Barisan Nasional yang saat itu dipimpin Najib Razak.

Namun, dalam wawancara dengan Bloomberg, Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) itu menegaskan bahwa jabatan PM akan disandangnya pada 2020.

"Tentu saja bukan 5 tahun, karena dia (Mahathir) sudah memperjelas bahwa tidak akan lebih dari 2 tahun. Tapi, penting untuk memberi kesempatan bagi Mahathir menjalankan pemerintahan yang efektif karena kami berada dalam situasi sangat sulit," kata Anwar.

Sebelum pemilu Malaysia digelar pada Mei 2018, Mahathir berjanji akan menyerahkan jabatan ke Anwar jika Pakatan Harapan menang. Mahathir membentuk partai baru setelah keluar dari UMNO. Dia kemudian bergabung ke kubu oposisi yang dibentuk Anwar Ibrahim. Saat itu Anwar masih berada di penjara atas kasus tuduhan sodomi dan PKR dipimpin sang istri, Wan Azizah Wan Ismail.

Setelah Pakatan Harapan memenangkan pemilu, Mahathir dilantik sebagai PM. Setelah setahun menjabat, muncul kembali desakan agar Mahathir memenuhi janjinya menyerahkan jabatan PM ke Anwar.

Pada Agustus lalu, Mahathir menegaskan tetap akan menyerahkan jabatan Anwar setelah. Pernyataan itu disampaikan setelah kubu oposisi pemerintah secara mengejutkan justru mendukung kepemimpinannya sampai akhir jabatan.

Mahathir mengatakan, para pemimpin partai oposisi berhak berpendapat sesuai kehendak mereka. Namun baginya, janji tetap janji. Dia akan menjadi PM sampai 2 atau 3 tahun mendatang, bergantung pada kondisi negara.

"Saya telah menyampaikan akan mundur jika kondisi (permasalahan) negara ini sudah menurun, dan dapat melanjutkan dari sana. Mungkin 2 tahun, mungkin 3 tahun, saya tidak tahu, tapi kami sedang mengusahakannya," katanya.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut