Apa Saja Tugas 'Pasukan Khusus AI' Bentukan Trump?
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membentuk gugus tugas khusus bernama Super Intelligence Force (SIF) untuk mengoordinasikan kebijakan pemerintah terkait kecerdasan buatan (AI) atau yang kini disebutnya Super Intelligence (SI).
Lantas, apa saja tugas “pasukan khusus AI” bentukan Trump tersebut?
SIF akan menjadi penghubung utama antara pemerintah federal dengan perusahaan teknologi, konsumen, kelompok kepentingan publik, organisasi keagamaan, serta penyedia infrastruktur penting. Gugus tugas ini ditujukan untuk memastikan AS tetap menjadi pemimpin dunia dalam pengembangan dan penggunaan teknologi AI.
Trump mengumumkan pembentukan SIF melalui Truth Social pada Minggu (4/10/2026). Dia mengatakan teknologi yang disebutnya sebagai Super Intelligence berpotensi memiliki dampak lebih besar dibandingkan Revolusi Industri dan internet.
"SIF bertugas mengoordinasikan upaya pemerintah federal untuk memastikan Amerika terus memimpin dunia dalam Super Intelligence," tulis Trump.
1. Mengoordinasikan kebijakan pemerintah
Tugas utama SIF adalah menyatukan berbagai upaya pemerintah federal terkait perkembangan teknologi AI. Gugus tugas ini akan menjadi pusat koordinasi agar kebijakan dan langkah pemerintah dalam menghadapi perkembangan teknologi tersebut berjalan searah.
Reuters melaporkan SIF juga akan menilai risiko dan peluang dari sistem AI canggih serta menentukan peran pemerintah dalam mengelola perkembangan teknologi tersebut. Gugus tugas itu diberi waktu *120 hari untuk menghasilkan laporan komprehensif* mengenai risiko, peluang, dan peran pemerintah AS.
2. Memastikan AS unggul dalam teknologi
SIF juga memiliki misi strategis untuk mempertahankan posisi AS sebagai pemimpin dalam pengembangan teknologi AI.
Mandat tersebut sejalan dengan kebijakan Trump yang mendorong pengembangan teknologi secara cepat dan menghindari regulasi yang dinilai dapat menghambat inovasi. Reuters melaporkan pemerintahan Trump menempatkan persaingan teknologi dengan negara seperti China sebagai salah satu pertimbangan penting.
Trump sebelumnya bahkan mengeluarkan perintah eksekutif yang mengarahkan pemerintah federal menggunakan istilah “Super Intelligence” atau “SI”, menggantikan “Artificial Intelligence” atau “AI” dalam komunikasi dan dokumen resmi sejauh diizinkan hukum.
Dalam perintah tersebut, pemerintah AS juga diminta menyusun definisi federal baru mengenai Super Intelligence dalam waktu 60 hari.
3. Mengidentifikasi risiko dan peluang AI
SIF tidak hanya bertugas mendorong pengembangan teknologi. Gugus tugas ini juga akan mengkaji berbagai risiko dan peluang yang muncul dari perkembangan AI.
Menurut Reuters, laporan yang harus disusun dalam 120 hari akan membahas risiko dan peluang teknologi tersebut sekaligus menentukan bagaimana pemerintah AS seharusnya berperan.
Langkah ini muncul ketika kekhawatiran terhadap dampak AI semakin meningkat. Reuters melaporkan adanya kekhawatiran publik mengenai potensi bahaya teknologi tersebut, termasuk risiko sistem AI yang dapat bertindak di luar kendali manusia.
4. Menghubungkan pemerintah dengan perusahaan AI
SIF juga akan berhubungan langsung dengan industri teknologi.
Trump membentuk gugus tugas tersebut hanya beberapa hari setelah para eksekutif perusahaan teknologi besar bertemu di Gedung Putih dan menandatangani kesepakatan sukarela mengenai standar keselamatan AI.
Kesepakatan tersebut melibatkan sejumlah perusahaan teknologi besar dan mencakup komitmen terhadap pengamanan sistem serta audit oleh pihak independen. Namun, Reuters melaporkan kesepakatan itu bersifat sukarela dan tidak dilengkapi mekanisme penegakan hukum atau sanksi bagi perusahaan yang tidak mematuhinya.
5. Melibatkan masyarakat dan infrastruktur penting
Trump juga memberikan mandat luas kepada SIF untuk berkomunikasi dengan konsumen, kelompok kepentingan publik, organisasi keagamaan, penyedia infrastruktur penting, dan perusahaan teknologi.
Artinya, gugus tugas ini tidak hanya akan berurusan dengan perusahaan AI atau lembaga pemerintah, tetapi juga berbagai pihak yang terdampak perkembangan teknologi tersebut.
6. Mengantisipasi ancaman terhadap keamanan nasional
Pembentukan SIF juga memiliki dimensi keamanan nasional karena salah satu pemimpinnya adalah Direktur Intelijen Nasional Jay Clayton.
Kebijakan Trump sebelumnya telah mendorong penggunaan teknologi AI secara lebih cepat di sektor pertahanan dan intelijen. Dalam memorandum keamanan nasional yang diterbitkan Juni 2026, pemerintah AS memerintahkan percepatan adopsi AI untuk operasi intelijen dan militer, pengembangan fasilitas komputasi berkeamanan tinggi, serta peningkatan kemampuan untuk menghadapi ancaman teknologi dari negara lain.
Kebijakan tersebut juga mengarahkan badan intelijen AS untuk memantau perkembangan teknologi AI asing yang berpotensi mengancam keamanan nasional, keamanan ekonomi, dan daya saing strategis AS.
Siapa Saja Anggota SIF?
SIF dipimpin empat pejabat senior pemerintahan AS.
Mereka adalah:
1. Jay Clayton, Direktur Intelijen Nasional
2. Andrew Ferguson, Ketua Federal Trade Commission (FTC)
3. Emil Michael, Wakil Menteri Pertahanan untuk Riset dan Rekayasa sekaligus Kepala Teknologi Pentagon
4. Scott Kupor, Direktur Office of Personnel Management (OPM).
Gugus tugas tersebut akan melapor langsung kepada Trump dan Kepala Staf Gedung Putih Susie Wiles.
Penunjukan Clayton menjadi perhatian karena dia berasal dari komunitas intelijen. Reuters menyebut Clayton akan berperan sebagai “AI czar” dalam memimpin upaya pemerintahan Trump terkait teknologi tersebut.
Bukan Sekadar Ganti Nama AI
Pembentukan SIF terjadi setelah Trump pada 29 September menandatangani Instruksi Presiden Nomor 14434 berjudul Peresmian Era Super Intelligence.
Perintah tersebut menginstruksikan seluruh lembaga eksekutif menggunakan istilah “Super Intelligence” dan “SI” sebagai pengganti “Artificial Intelligence” dan “AI” dalam komunikasi resmi, dokumen kebijakan, situs web, serta laporan nonstatutori.
Namun, secara definisi hukum untuk sementara, perintah tersebut tetap mengacu pada cakupan teknologi yang selama ini masuk dalam definisi AI dalam hukum federal AS. Gedung Putih juga memerintahkan penyusunan usulan definisi federal baru dalam waktu 60 hari.
Dengan demikian, “pasukan khusus AI” Trump bukanlah satuan militer baru. SIF merupakan gugus tugas lintas pemerintahan yang dirancang untuk mengoordinasikan kebijakan, mengkaji risiko dan peluang, menjembatani pemerintah dengan industri serta masyarakat, dan menjaga posisi AS dalam persaingan teknologi Super Intelligence.
Editor: Anton Suhartono