Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Helikopter Militer Arab Saudi AH-6i Jatuh Dekat Perbatasan Yaman, 2 Pilot Gugur
Advertisement . Scroll to see content

Arab Saudi Diserang Houthi, Kantor-Kantor di Gedung Kingdom Centre Riyadh Berlakukan WFH

Senin, 19 Oktober 2026 - 08:55:00 WIB
Arab Saudi Diserang Houthi, Kantor-Kantor di Gedung Kingdom Centre Riyadh Berlakukan WFH
Gedung pencakar langit ikon Riyadh, Arab Saudi, Kingdom Centre, mewajibkan sistem kerja jarak jauh bagi para penyewa mulai Minggu (18/10) (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

RIYADH, iNews.id - Gedung pencakar langit ikon Riyadh, Arab Saudi, Kingdom Centre, mewajibkan sistem kerja jarak jauh bagi para penyewa mulai Minggu (18/10/2026), dipicu serangan kelompok Houthi Yaman ke ibu kota tersebut.

Terlebih, koalisi pimpinan Arab Saudi juga mengumumkan kematian dua personel militer untuk pertama kali sejak konflik terbaru meletus pada Juli lalu.

Menara setinggi 99 lantai, salah satu bangunan tertinggi di Arab Saudi, tersebut memberlakukan kebijakan kerja work from home (WFH) hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Para penyewa di Kingdom Centre antara lain mencakup raksasa jasa keuangan Merrill Lynch, perusahaan konsultan manajemen McKinsey, serta Dana Moneter Internasional (IMF).

"Harap diperhatikan bahwa pengaturan kerja jarak jauh bersifat wajib bagi seluruh karyawan kantor di Kingdom Centre, berlaku segera hingga pemberitahuan lebih lanjut," demikian pernyataan manajemen gedung dalam email, sebagaimana dikutip dari AFP, Senin (19/10/2026).

"Mohon untuk tidak datang ke kantor selama periode ini," tambah pernyataan tersebut. 

Namun pusat perbelanjaan yang terletak di bagian bawah gedung tetap dibuka.

Sekolah-sekolah di ibu kota dan wilayah sekitarnya juga memperpanjang pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk pekan kedua. Selain itu Bandara Internasional King Khalid Riyadh juga masih ditutup setelah 13 orang tewas dalam serangan besar pada 10 Oktober lalu.

Perang yang telah berlangsung lebih dari satu dekade antara koalisi Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran kembali memanas pada Juli di tengah ketegangan antara AS dan Iran. Arab Saudi dan Houthi sempat memberlakukan gencatan senjata sejak Maret 2022.

Koalisi mengumumkan kematian dua pilot helikopter di Najran, dekat perbatasan Yaman, dengan menyebut penyebabnya sebagai "gangguan teknis". 

Pernyataan itu disampaikan setelah juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengeklaim kelompoknya menembak jatuh helikopter Apache milik Saudi di wilayah yang sama.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut