Arab Saudi Rangkul Indonesia Sukseskan Visi 2030, Ini Buktinya
RIYADH, iNews.id - Menteri Media Arab Saudi Awwad S Alawwad mengundang media massa dari Indonesia untuk menjadi bagian penting dari kesuksesan Festival Al Janadriyah. Pada peringatan 33 tahun ini, Indonesia merupakan tamu kehormatan bagi Kerajaan Arab Saudi.
"Media memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan budaya dan nilai-nilai yang membuat hubungan Indonesia dan Saudi lebih dekat dan lebih kuat," kata Awwad, ketika menerima delegasi media dan kalangan intelektual Indonesia, di kantornya, Jumat (21/12/2018).
Dalam visi tahun 2030 yang disampaikan Putra Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman, posisi media semakin penting. Kerajaan Arab Saudi bertekad membuka pintu yang tertutup dan siap terbuka kepada dunia.
"Kami telah belajar banyak bahwa dengan komunitas tertutup, kami tidak akan berkembang. Sekarang kami membuka diri untuk wartawan dan wisatawan (selain jamaah haji, peziarah dan mahasiswa) untuk mengunjungi Arab Saudi," kata menteri yang pernah menjadi Duta Besar Saudi untuk Jerman hingga April 2017.
Untuk mendukung kebijakan masyarakat terbuka, mulai 2019, Kerajaan Arab Saudi mengeluarkan visa turis. Selama waktu ini, visa hanya dikeluarkan untuk peziarah, ziarah, bisnis, dan untuk kepentingan studi Islam.
"Negara saya punya banyak potensi dan objek wisata yang akan menjadi tempat menarik untuk dinikmati semua orang," katanya lagi.
Penyediaan visa turis dilakukan untuk memberikan peluang bagi masyarakat menyaksikan acara yang akan diadakan di seluruh Arab Saudi. Keputusan ini sejalan dengan target pada Visi 2030 yakni menggandakan penerbitan visa Saudi.
Awwad mengakui keputusan ini tidak mudah, karena selain harus menyiapkan sistem administrasi yang andal, Saudi harus melakukan perubahan budaya revolusioner. "Kami masih membutuhkan waktu untuk benar-benar baik dan memuaskan tamu asing yang datang ke Arab Saudi," katanya.
Dia mengatakan, saat ini Saudi sangat ingin melayani tamu Muslim dan non-Muslim juga. Komitmen ini juga dipantau secara langsung oleh Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman dan Putra Mahkota Muhammad bin Salman.
"Yang Mulia selalu mengingatkan kami untuk menjadi negara yang fokus pada peningkatan layanan kepada tamu asing," kata peraih gelar doktor hukum pasar keuangan dari University of Warwick Law School Inggris itu.
Awwad mengakui, Saudi selalu fokus pada keamanan jamaah haji dan umroh. Hal itu sangat penting dan vital bagi kepemimpinan Saudi.
"Jumlah jamaah selalu meningkat dan berasal dari 187 negara. Kami terus memperluas ruang bagi para peziarah di Tanah Suci dan menyediakan petugas yang menguasai semua bahasa para peziarah," kata menteri dengan tiga anak dan tinggal di Riyadh itu.
Melayani jamaah haji dan umroh merupakan suatu kehormatan bagi semua warga Saudi. Dia mengatakan, dipilihnya Indonesia sebagai tamu utama di Festival Janadria merupakan bukti Arab Saudi menganggap Indonesia sebagai mitra strategis.
Dia menjelaskan di bawah visi 2030 ada ruang lingkup besar bagi Indonesia dan Saudi untuk bekerja sama dalam bidang investasi.
Editor: Djibril Muhammad