Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ini Isi Pernyataan Lengkap Mufti Agung Arab Saudi Serukan Jihad Lawan Kelompok Houthi
Advertisement . Scroll to see content

Arab Saudi Temukan "Harta Karun" di Madinah, Apa Itu?

Sabtu, 26 September 2026 - 06:19:00 WIB
Arab Saudi Temukan
Arab Saudi menemukan harta katun baru, sekitar 110 juta ton bijih mengandung konsentrasi tinggi unsur logam tanah jarang dan uranium (Foto: Istimewa))
Advertisement . Scroll to see content

RIYADH, iNews.id - Arab Saudi menemukan harta katun baru, sekitar 110 juta ton bijih mengandung konsentrasi tinggi unsur logam tanah jarang dan uranium. Lokasi penemuan harta karun tersebut di wilayah Jabal Sayid, Madinah.

Penemuan itu disebut bisa menempatkan Jabal Sayid dalam jajaran proyek eksplorasi tanah jarang paling penting di dunia.

Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman mengumumkan hasil eksplorasi geologi di proyek Jabal Sayid dalam Konferensi Umum Badan Energi Atom Internasional (IAEA) di Wina, Austria.

“Eksplorasi dan studi geologi di proyek Jabal Sayid di Madinah telah mengungkap perkiraan sumber daya sekitar 110 juta ton bijih mengandung konsentrasi tinggi mineral tanah jarang, khususnya unsur tanah jarang berat, disertai konsentrasi uranium yang menjanjikan,” kata Abdulaziz, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (26/9/2026).

Angka tersebut merujuk pada total volume bijih, bukan 110 juta ton unsur tanah jarang atau uranium.

Penemuan ini sangat penting bagi Saudi yang tengah mencari sumber daya alam baru untuk pendapatan negara guna megurangi ketergantungan dari minyak. Selain itu Saudi sedang membangun industri dalam negeri di sektor mineral penting, energi nuklir, dan manufaktur canggih.

Arab Saudi melakukan ekspansi sektor energi nasional, lebih beragam dan berkelanjutan. Energi nuklir diharapkan menjadi salah satu komponen strategi tersebut.

Saudi juga menetapkan program nasional untuk mengeksplorasi sumber daya uranium dan mengembangkan cara untuk mengekstraknya sehingga bisa menghasilkan nilai ekonomi.

Salah satu pendekatan melibatkan pemulihan uranium terkait dengan asam fosfat selama produksi pupuk fosfat di utara negara itu. Saudi merupakan pengekspor pupuk fosfat utama di dunia.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut