Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Netanyahu Blak-blakan: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel
Advertisement . Scroll to see content

AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Netanyahu: Amerika Sudah Berubah

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:36:00 WIB
AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Netanyahu: Amerika Sudah Berubah
Benjamin Netanyahu mengakui Amerika Serikat kemungkinan akan menghentikan bantuan militer kepada Israel (Foto: Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

TEL AVIV, iNews.id - Perdana Menteri IsraelBenjamin Netanyahu mengakui Amerika Serikat (AS) kemungkinan akan menghentikan bantuan militer kepada negaranya. Dia memperingatkan jajarannya agar bersiap menghadapi kenyataan tersebut karena Israel berpotensi kehilangan bantuan senilai puluhan miliar dolar AS.

Netanyahu menegaskan, berakhirnya bantuan militer Washington kepada Tel Aviv hanya masalah waktu. Dia pun meminta pemerintah Israel mulai mengantisipasi perubahan kebijakan AS, termasuk kemungkinan menghadapi sanksi ekonomi dan perbankan terkait perang di Jalur Gaza.

“Jika Anda berpikir kita akan terus menerima apa yang telah saya amankan dua kali, dan itu adalah puluhan miliar dolar bantuan Amerika untuk anggaran pertahanan, persiapkan diri Anda dan membiasakan diri menghadapi kenyataan bahwa itu tidak akan terjadi, karena Amerika telah berubah,” kata Netanyahu dalam wawancara dengan stasiun televisi Israel, Channel 10.

“Ini sudah berakhir, dan akan berakhir. Ini hanya masalah waktu,” ujarnya, menegaskan.

Pernyataan tersebut mencerminkan kekhawatiran Netanyahu terhadap meningkatnya penentangan di kalangan politik AS atas bantuan militer kepada Israel, terutama di tengah perang di Jalur Gaza yang menuai kecaman internasional.

Meski demikian, Netanyahu tidak menyebutkan kapan bantuan tersebut akan berakhir. Dia juga tidak mengumumkan adanya keputusan resmi pemerintah AS untuk menghentikan bantuan militer kepada Israel.

Sebaliknya, dia meminta pemerintahnya mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan perubahan hubungan dengan Washington, yang selama ini menjadi salah satu pendukung utama Israel dalam bidang pertahanan.

Selain bantuan militer, Netanyahu juga memperingatkan kemungkinan Israel menghadapi sanksi ekonomi dan perbankan. Dia menilai negaranya harus membangun sistem ekonomi dan keuangan yang mampu bertahan jika sanksi tersebut benar-benar diberlakukan.

“Anda harus memahami bahwa mungkin ada sanksi, termasuk sanksi perbankan. Anda harus mempersiapkan ekonomi yang dapat mengatasi sanksi tersebut,” katanya.

Saat ditanya apakah rantai pasok dapat menjadi salah satu alternatif untuk menghadapi sanksi ekonomi, Netanyahu menjawab, “Iya, itu salah satu caranya. Saya sudah meminta rencana untuk mempersiapkannya.”

Netanyahu sebelumnya juga menyerukan pengurangan ketergantungan Israel terhadap bantuan militer AS. Dia mendorong penguatan industri pertahanan dalam negeri agar Israel memiliki kemampuan lebih besar untuk memenuhi kebutuhan militernya secara mandiri.

Berdasarkan pakta yang ditandatangani Israel dan AS pada 2016, Washington berkomitmen memberikan bantuan militer senilai 38 miliar dolar AS selama periode 10 tahun yang akan berakhir pada 2028.

Besarnya nilai bantuan tersebut membuat kemungkinan penghentiannya menjadi tantangan bagi Israel, terutama dalam menjaga anggaran pertahanan dan memenuhi kebutuhan persenjataan di tengah konflik kawasan.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut