AS Apresiasi Langkah Pemerintah RI Tangani Pengungsi Rohingya
WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat memuji Pemerintah Indonesia dan otoritas Aceh dalam menangani pengungsi Rohingya di perairan Nusantara pada Juni lalu.
Warga dan nelayan Aceh mengevakuasi 94 etnis Rohingya yang sempat terkatung-katung di laut ke daratan Pantai Lancok, Kecamatan Syamtadira Bayu, Aceh Utara, Kamis (24/6/2020). Beberapa hari sebelumnya nelayan Aceh membantu mereka merapat ke Pantai Seneudon, Aceh Utara.
Sempat ditampung di bekas kantor Imigrasi Lhokseumawe, Pemerintah Kota Lhokseumawe kemudian memindahkan para pengungsi ke penampungan sementara ke Balai Latihan Kerja (BLK) di Desa Mee, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.
Langkah ini dilakukan sebab tempat penampungan sebelumnya tidak memilik sarana mandi cuci kakus (MCK) yang memadai. Pemerintah Lhokseumawe juga menyiadakan logistik makanan hingga tiga bulan kedepan.
3 Tentara Myanmar Divonis Bersalah terkait Kekejaman terhadap Muslim Rohingya
Respons Pemerintah Indonesia menangani pengungsi Rohingya diapresiasi Pemerintah Amerika Serikat. Itu diakui sebagai bukti koordinasi yang erat antara Indonesia dengan badan-badan PBB untuk pengungsi, UNHCR dan IOM.
"Kami menghargai tindakan kemanusiaan Indonesia sehubungan populasi rentan ini dan karena telah berperan sebagai pemimpin di dalam ASEAN terkait isu yang mendesak ini. Ini menjadi contoh kuat bagi negara-negara di kawasan dan seluruh komunitas internasional," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Morgan Ortagus dalam pernyataan yang diterima media.
Cerita Pedih Pengungsi Rohingya, Mulai dari Perdagangan Manusia sampai Minum Urin untuk Hidup
"Amerika Serikat mendorong pembagian tanggung jawab dan kerja sama regional dalam operasi pencarian dan penyelamatan, serta pendaratan yang aman dan manusiawi bagi mereka yang paling rentan yang tiba di pantai negara-negara ASEAN, terutama selama pandemi ini."
Pemerintah AS juga menyampaikan keprihatinannya terkait laporan tindakan militer Myanmar Rathedaung. Negara Bagian Rakhine yang tampaknya telah mengakibatkan ribuan orang terlantar, termasuk etnis Rakhine dan Rohingya.
Nelayan Aceh Selamatkan Pengungsi Rohingya, Fadli Zon: Inilah Pengamalan Pancasila
"Kami menegaskan seruan kami sebelumnya tentang penghentian pertempuran, dialog damai, dan upaya baru untuk melindungi komunitas setempat, serta akses untuk organisasi kemanusiaan."
Tindakan keras militer Myanmar di Negara Bagian Rakhine memaksa ratusan ribu entnis minoritas mengungsi ke negara tetangga seperti Bangladesh atau negara yang diharapkan bisa memberikan suaka melalui jalur laut. PBB menuding militer Myanmar berusaha melakukan pemusnahan etnis di Rakhine, Myanmar.
Editor: Arif Budiwinarto