AS Dilanda Wabah Virus Siklosporiasis, Lebih dari 10.000 Kasus 2 Orang Tewas
WASHINGTON, iNews.id - Wabah siklosporiasis, infeksi saluran pencernaan yang menyebabkan diare hebat, dilaporkan menyebar ke 47 dari 50 negara bagian Amerika Serikat (AS). Informasi tersebut disampaikan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), Rabu (5/8/2026).
Menurut CDC, wabah paling parah terjadi di Michigan, Indiana, Ohio, dan North Carolina.
Surat kabar The Washington Post melaporkan, kasus siklosporiasis yang dikaitkan dengan selada iceberg cincang (crushed iceberg lettuce) yang diimpor dari Meksiko awalnya ditemukan di 15 negara bagian, namun menyebar dengan cepat.
Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Michigan mengungkap, dua warga meninggal dunia akibat infeksi tersebut.
Berdasarkan data terbaru CDC, tercatat 10.468 kasus siklosporiasis yang terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium di seluruh AS sepanjang periode 1 Mei hingga 3 Agustus 2026.
"Kasus yang didapat di AS pada periode 1 Mei hingga 3 Agustus 2026: Kasus yang dikonfirmasi laboratorium sebanyak 10.468," bunyi pernyataan CDC, dikutip Kamis (6/8/2026).
Apa Itu Siklosporiasis?
Siklosporiasis adalah penyakit infeksi pada saluran pencernaan disebabkan oleh Cyclospora cayetanensis, yaitu parasit mikroskopis (protozoa) yang menginfeksi usus manusia.
Setelah masuk ke dalam tubuh, parasit ini menyerang lapisan usus halus sehingga mengganggu proses penyerapan cairan dan nutrisi.
Gejala yang paling khas adalah diare berair dalam jumlah banyak, yang dalam kasus tertentu bisa sangat hebat hingga disebut sebagai "diare eksplosif". Istilah ini bukan berarti terjadi ledakan secara harfiah, melainkan menggambarkan diare yang muncul sangat mendadak, berfrekuensi tinggi, dan volume tinja sangat banyak.
Selain diare, penderita bisa mengalami kram perut, mual, muntah, kehilangan nafsu makan, perut kembung, kelelahan, demam ringan, serta penurunan berat badan akibat kehilangan cairan dan terganggunya penyerapan nutrisi.
Penularan Melalui Makanan dan Air yang Terkontaminasi
Parasit Cyclospora umumnya menyebar melalui konsumsi buah-buahan segar, sayuran mentah, atau air minum yang terkontaminasi. Dalam wabah kali ini, sumber penularan diduga berasal dari selada iceberg yang dikirim dari Meksiko.
Berbeda dengan beberapa infeksi usus lainnya, penularan langsung dari orang ke orang relatif jarang terjadi karena parasit memerlukan waktu beberapa hari hingga minggu di lingkungan luar sebelum menjadi infeksius.
Dapat Diobati dengan Antibiotik
CDC menjelaskan siklosporiasis umumnya tidak mengancam nyawa, terutama jika segera ditangani. Penyakit ini dapat diobati menggunakan antibiotik, dengan terapi standar yang paling sering digunakan adalah kombinasi trimethoprim-sulfamethoxazole (TMP-SMX), yang efektif membunuh parasit penyebab infeksi.
Meski demikian, penyakit ini dapat menjadi serius pada kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, orang dengan daya tahan tubuh lemah, atau pasien yang mengalami dehidrasi berat akibat diare berkepanjangan.
Wabah siklosporiasis lebih sering terjadi pada musim semi dan musim panas, ketika konsumsi produk segar meningkat dan kondisi lingkungan lebih mendukung kelangsungan hidup parasit.
Editor: Anton Suhartono