Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bela Iran, Kim Jong Un Sebut AS Negara Teroris Agresor Singgung Senjata Nuklir
Advertisement . Scroll to see content

AS Dilaporkan Kirim Ribuan Pasukan Terjun Payung ke Timur Tengah, Siap Serbu Iran?

Kamis, 26 Maret 2026 - 07:50:00 WIB
AS Dilaporkan Kirim Ribuan Pasukan Terjun Payung ke Timur Tengah, Siap Serbu Iran?
Pesawat militer AS dilaporkan membawa ratusan pasukan penerjun payung bergerak dari Pantai Timur AS menuju Timur Tengah, mendekati Iran. (Foto: Ilustrasi/AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Situs web pelacakan penerbangan mengungkap pergerakan pesawat militer Amerika Serikat (AS) membawa ratusan pasukan penerjun payung. Pesawat tersebut bergerak dari Pantai Timur AS menuju Timur Tengah, mendekati Iran.

Identitas siapa yang menaiki pesawat tersebut tak diketahui, namun ada enam penerbangan dari Fort Bragg, pangkalan militer di Negara Bagian North Carolina yang menuju Timur Tengah belakangan ini. 

Ini menunjukkan elemen Pasukan Respons Cepat Divisi Lintas Udara ke-82 mungkin telah dimobilisasi menuju Timur Tengah, meningkatkan spekukasi mengenai kemungkinan serangan darat ke Iran.

Surat kabar The New York Times (NYT) melaporkan, Pasukan Respons Cepat AS terdiri atas 3.000 penerjun payung yang bisa dikerahkan ke wilayah mana pun di dunia dalam waktu 18 jam. 

Disebutkan, pasukan ini bisa dikerahkan untuk merebut Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran yang terletak di Teluk Persia.

Beberapa sumber pejabat pertahanan AS mengatakan kepada NYT, elemen dari Divisi Lintas Udara ke-82 telah masuk dalam daftar pengerahan. Namun diketahui sejauh ini belum ada perintah dari Departemen Pertahanan (Pentagon) maupun Komando Pusat AS (Centom).

Setidaknya 35 pesawat angkut militer C-17 telah bergerak dari pangkalan AS menuju Timur Tengah sejak 12 Maret, menyusul dimulainya perang Iran pada 28 Februari. Sementara 11 pesawat lainnya saat ini sedang dalam pengerahan.

Data pelacakan penerbangan menunjukkan tiga tujuan utama, yakni 17 pesawat ke Pangkalan Udara Ovda di Israel, 13 ke Pangkalan Udara King Faisal, dan empat ke Bandara Internasional King Hussein. Keduanya berada di Yordania.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut