AS Embargo Penerbangan Iran, Seluruh Maskapai Berhenti Beroperasi Mulai 23 September
TEHERAN, iNews.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Amerika Serikat (AS) Scott Bessent menyebut seluruh maskapai penerbangan Iran akan berhenti beroperasi mulai Rabu (23/9/2026).
"Pada 23 September, seluruh maskapai penerbangan Iran akan dihentikan di seluruh dunia," kata Bessent, kepada stasiun televisi CNBC, seraya menyebut pemberlakuan sanksi sekunder lebih luas bertujuan untuk mengisolasi jaringan penerbangan sipil Teheran.
Dia melanjutkan, perusahaan-perusahaan internasional yang melayani maskapai Iran akan dikucilkan secara total dari sistem perbankan AS.
Operator asing juga tidak boleh mengisi bahan bakar untuk pesawat-pesawat maskapai Iran serta menyediakan fasilitas pendaratan atau menjual tiket penumpang.
Bessent juga memperingatkan entitas pihak ketiga yang membantu Iran. Menurut dia, AS telah mengidentifikasi perusahaan keuangan yang memfasilitasi transaksi.
"Kami telah memantau para fasilitator di seluruh dunia. Kami tahu siapa mereka. Mereka juga tahu dan kami akan menghentikannya," ujarnya.
Saat ditanya apakah sanksi yang sama juga akan diberlakukan kepada Iran, Bessent merespons masalah tersebut telah dibahas dalam pertemuan pejabat kedua negara.
Para pejabat AS, lanjut dia, telah melakukan diskusi rahasia di balik layar, tidak hanya dengan China tapi juga negara lain.
Otoritas keuangan China, termasuk Gubernur Bank Rakyat Pan Gongsheng, terlibat dalam proses tersebut.
Bessent tak menyebutkan sampai kapan sanksi ini diberlakukan terhadap Iran. Dia hanya mengatakan tekanan tersebut yang besar tersebut belum pernah terjadi sebelumnya.
Sejauh ini belum ada respons dari para pejabat Iran mengenai embargo tersebut.
Embargo penerbangan terhadap Iran berlangsung saat AS meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran di bawah Operasi Economic Fury pasca-operasi militer Epic Fury.
Perang AS terhadap Iran dimulai pada 28 Februari dengan bantuan Israel, memicu gangguan pelayaran maritim di Selat Hormuz serta serangan terhadap pangkalan-pangkalan militer AS di Selat Hormuz.
Editor: Anton Suhartono