AS Jual Rudal dan Helikopter Senilai Rp13,5 T ke Saudi
WASHINGTON, iNews.id - Pemerintah Amerika Serikat (AS) secara resmi menyetujui kontrak pertahanan senilai lebih dari USD1 miliar atau Rp13,5 triliun dengan Arab Saudi. Kontrak ini disepakati saat kunjungan kerja Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman berada ke AS.
Dilansir AFP, Jumat (23/8/2018), Kementerian Luar Negeri menegaskan memberi lampu hijau kesepakatan sebesar Rp9 triliun untuk rudal anti-tank, anggaran sebesar Rp 1 triliun untuk pemeliharaan helikopter, dan kontrak Rp4 triliun untuk suku cadang kendaraan angkutan darat.
"Kesepakatan ini akan mendukung kebijakan luar negeri AS dan tujuan keamanan nasional dengan meningkatkan keamanan kedua negara yang bersahabat," demikian pernyataan Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan AS.
Pemerintahan Barat berada di bawah tekanan, termasuk beberapa anggota parlemen AS, untuk menghentikan atau membatasi penjualan senjata ke Arab Saudi saat pasukan mereka masih melakukan perang sipil di Yaman.
Tetapi AS, Prancis, dan Inggris terus mengejar kesepakatan menguntungkan untuk menjual dan memelihara peralatan di gudang senjata Riyadh.
Secara teori, Kongres AS masih bisa memblokir transaksi terbaru yang diumumkan pada Kamis 23 Maret ini. Namun, Senat menolak RUU untuk menghentikan dukungan AS dalam intervensi Saudi di Yaman.
Oleh karena itu, kontrak-kontrak ini diharapkan menjadi isyarat bahwa Kementerian Luar Negeri dan Pentagon memberi lampu hijau dalam kontrak pertahanan tersebut.
Yang paling memakan biaya dari tiga kontrak tersebut merupakan penjualan 6.600 rudal anti-tank TOW 2B, yang dibuat oleh raksasa AS, Raytheon.
Bagian terbesar berikutnya meliputi suku cadang dan pemeliharaan untuk pasukan darat Saudi, yakni tank Abram buatan AS, kendaraan tempur Bradley, kendaraan lapis baja LAV, howitzer dan Humvee.
Yang terakhir yaitu kontrak dukungan untuk armada Saudi AH-64D dan helikopter E Apache UK-60L Black Hawk utility choppers dan Schweizer dan Bell scout.
Editor: Anton Suhartono