WASHINGTON, iNews.id - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo mengaku marah oleh serangan rudal terhadap pangkalan udara Irak di mana pasukan AS ditempatkan. Serangan terbaru itu terjadi pada Minggu (12/1/2020).
"Kami marah dengan laporan serangan roket lain pada pangkalan udara Irak," cuit Pompeo, seperti dilaporkan AFP, Senin (13/1/2020).
Waktunya Pembalasan, Rusia Diam-diam Terlibat dalam Perang Iran Lawan AS-Israel
"Pelanggaran terus-menerus ini atas kedaulatan Irak oleh kelompok-kelompok yang tidak loyal kepada pemerintah Irak harus berakhir."
Belum ada yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan roket ini. Delapan rudal dilaporkan melukai dua perwira Irak dan dua penerbang.
AS sebelumnya menyalahkan itu terhadap kelompok-kelompok yang didukung Iran di Irak.
Pangkalan Al-Balad menjadi salah satu lokasi pangkalan Angkatan Udara AS. Al-Balad merupakan pangkalan udara utama untuk F-16 Irak, yang dibeli dari AS.
Pangkalan militer yang menampung pasukan AS dalam beberapa bulan terakhir mengalami serangan roket dan mortir yang sebagian besar melukai pasukan Irak, tetapi juga menewaskan satu kontraktor Amerika bulan lalu.
Kematian ini memicu serangkaian perkembangan dramatis, di mana AS melakukan serangan mematikan terhadap kelompok paramiliter pro-Iran di Irak serta menyerang konvoi yang menewaskan komandan tinggi Iran, Qasem Soleimani, di luar bandara Baghdad.
Faksi pro-Iran di Irak bersumpah membalas dendam atas serangan itu.
Editor: Nathania Riris Michico