Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : AS-Iran Kembali Saling Serang, Teheran Klaim Tutup Selat Hormuz dan Hantam Pangkalan Militer AS
Advertisement . Scroll to see content

AS Masukkan Taiwan sebagai Wilayah China di Grafis Nuklir Dunia

Senin, 05 Februari 2018 - 12:15:00 WIB
AS Masukkan Taiwan sebagai Wilayah China di Grafis Nuklir Dunia
Grafis Tinjauan Postur Nuklir yang dirilis Kemhan AS (Pentagon)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id – Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) melakukan kesalahan dengan memasukkan Taiwan sebagai wilayah China dalam grafis Tinjauan Postur Nuklir yang dirilis di website resmi. Kemhan AS (Pentagon) sudah menarik grafis itu dan menggantinya dengan yang baru.

“Ada kesalahan pencetakan dalam Tinjauan Postur Nuklir 2018,” kata juru bicara Pentagon, sebagaimana dikutip dari Japan Times, Senin (5/2/2018).

Grafis itu diunggah di website Pentagon pada Jumat 2 Februari. Pentagon menegaskan bahwa kesalahan ini tidak berdampak pada sikap AS dalam memosisikan Taiwan, terkait konfliknya dengan China.

“Kebijakan AS terhadap Taiwan tetap konsisten selama tujuh pemerintahan presiden dan didasarkan atas Taiwan Relations Act of 1979, tiga komunike AS-China, serta (perjanjian) 6 Assurance,” kata jubir tersebut.

AS membina kembali hubungan dengan China pada 1979, ditandai dengan diputusnya hubungan diplomatik dengan Taiwan, sebagai bagian dari kebijakan ‘Satu China’.

Meski demikian, AS ternyata tetap menjalin hubungan tak resmi dengan Taiwan, termasuk menjual senjata.  Tak heran jika China menganggap kebijakan AS itu ambigu.

Sementara itu China menganggap Taiwan provinsi yang tak patuh. Bahkan, China tak segan-segan mengancam akan menggunakan kekuatan militer untuk merebut kembali wilayah itu.

Kesalahan terkait dengan Taiwan bukan pertama kalinya terjadi. Pada Desember 2016, Donald Trump yang saat itu masih berstatus presiden AS terpilih melanggar tradisi presiden-presiden sebelumnya.

Trump menjadi pemimpin pertama AS yang berbicara langsung dengan pemimpin Taiwan Tsai Ing Wen sejak putusnya hubungan diplomatik. Dia berbicara melalui hubungan telepon dengan Tsai selama 10 menit.

Kim Yong Nam akan didampingi oleh tiga pejabat serta 18 tim pendukung. Rombongan pejabat Korut tiba pada Jumat 9 Februari dan berada di Korsel selama 3 hari.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut