Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terungkap! Khamenei Tolak Pengawalan Khusus saat Terbunuh dalam Serangan AS-Israel
Advertisement . Scroll to see content

AS Mungkin Batal Jual Drone Tempur MQ-1C Gray Eagle ke Ukraina, Takut Jatuh ke Tangan Rusia

Sabtu, 18 Juni 2022 - 05:54:00 WIB
AS Mungkin Batal Jual Drone Tempur MQ-1C Gray Eagle ke Ukraina, Takut Jatuh ke Tangan Rusia
Drone MQ-1C Gray Eagle (Foto: Topwar)
Advertisement . Scroll to see content

ST LOUIS, iNews.id - Amerika Serikat mungkin membatalkan penjualan drone tempur MQ-1C Gray Eagle ke Ukraina. Dua sumber pemerintahan Presiden Joe Biden mengungkap alasannya, yakni khawatir drone jatuh ke tangan Rusia.

Badan keamanan teknologi Departemen Pertahanan AS (Pentagon) mengungkap kekhawatiran tersebut dalam tinjauan mendalamnya. Padahal rencana penjualan drone tempur yang bisa menjalankan misi pengintaian itu sudah disetujui Gedung Putih.

Disebutkan drone yang bisa dipersenjatai rudal Hellfire itu bisa direbut Rusia, termasuk perangkat radar dan peralatan pengintaian lainnya. Kondisi tersebut bisa menimbulkan risiko keamanan bagi AS.

Rencana penjualan empat unit drone MQ-1C Gray Eagle AS ke Ukraina pertama kali terungkap pada awal Juni.

“Tinjauan keamanan teknologi adalah praktik standar bagi transfer alat pertahanan AS ke semua mitra internasional. Semua kasus ditinjau secara tersendiri berdasarkan kemampuannya. Melalui proses yang ditetapkan, masalah keamanan nasional diangkat kepada otoritas pemberi persetujuan,” kata Juru Bicara Pentagon, Sue Gough, dikutip dari Reuters, Sabtu (18/6/2022).

Sebenarnya pertimbangan tersebut sudah diabaikan saat melakukan tinjauan awal, namun muncul kembali dalam pertemuan para pejabat Pentagon pada akhir pekan lalu.

Seorang sumber mengatakan, keputusan apakah AS akan melanjutkan penjualan drone yang juga disebut Predator itu atau tidak masih dipertimbangkan secara mendalam oleh rantai komando di Pentagon. Sejauh ini belum ada kepastian.

Salah satu opsi yang mengemuka adalah mengganti paket radar dan sensor pada drone dengan alat yang kurang canggih. Masalahnya, penggantian itu bisa memakan waktu berbulan-bulan.

Sekalipun Pentagon memberi lampu hijaun, keputusan ini masih bisa dijegal oleh Kongres.

Empat unit drone Gray Eagle buatan General Atomics tersebut semula dijadwalkan akan dikirim ke Angkatan Darat AS untuk diserahkan ke Ukraina.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut